Categories: BIAK

Tekan Penyakit Malaria di Biak, Nakes Lakukan Pemeriksaan Kolektif

BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, melalui Dinas Kesehatan dan juga Instansi pelayanan publik kesehatan seperti Puskesmas, berupaya melakukan penekanan terhadap angka penyebaran penyakit malaria.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Puskesmas Sumberker Biak, sebanyak 37 pemuda-pemudi yang tergabung dalam PAM GKI Jemaat Diaspora SPV Waropen, diperiksa secara kolektif khusus pemeriksaan darah malaria.

Pemuda yang berkunjung ke Biak dan datang dari Waropen ini bertujuan untuk melakukan kegiatan Tur Wisata Rohani di Biak selama satu minggu.

Kristina Mansbawar, Penanggung Jawab Program Malaria pada Puskesmas Sumberker bersama satu orang rekannya melakukan pemeriksaan kepada para muda-mudi tersebut.

“Ini kita lakukan untuk menenkan peningkatan kasusmalaria di Biak, khususnya wilayah kerja Puskesmas Sumberker. Kebanyakan di Biak kasus malaria untuk penularan daerah setempat tidak ada, rata-rata peningkatan dikarenakan penularan dari luar Biak,” ungkap Kristina usai melakukan pemeriksaan, Jumat (21/6).

Diakui, setiap orang dari luar Kabupaten Biak Numfor wajib melakukan pemeriksaan survei imigrasi malaria. Mencegah penularan dari nyamuk ke manusia. Itu juga berlaku bagi siapa saja yang datang ke Biak, juga melakukan suvei kontak dan penyelidikan epidomologi, tujuannya menekan kasus penyebaran malaria di Biak.

Diakuinya, penyeberan penyakit malaria di Biak, rata-rata penyebarannya menruut data puskesmas Sumberker, adalah dari luar Biak. Daerah-daerah penyumbang kasus malaria di Biak seperti pendatang dari Jayapura, Waropen, Serui, dan juga Timika. Dia menghimbau jika masyarakat ingin melakukan pemeriksaan bisa menghubungi puskesmas terdekat mengetahui dinas kesehatan.

“Masyarakat juga bisa menghubungi dinas kesehatan maupun puskesmas untuk melakukan pemeriksaan malaria secara kolektif. Terutama ke Gereja-gereja, karena untuk melakukan eliminasi malaria perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, secara internal maupun eksternal jika ditemukan adanya kasus,” tukasnya.

Sementara ditempat yang sama, penanggung jawab dari Majelis PAM GKI Samuel Izaac Kijne Samofa, Ronny Lololuan mengaku pemeriksaan ini guna menjamin kesehatan para tamu gereja yang terdiri dari para muda-mudi usia produktif, agar mampu mengikuti kegiatan Wisata Rohani bisa maksimal dan lancar. Dia juga berharap agar seluruh pelayanan dan juga tukar pengalaman dalam kegiatan kepemudaan gereja bisa diserap dengan baik.

“Kami menyambut baik tamu kita dari Waropen, dan kami akan berusaha maksimal memberikan pelayanan, dan juga pengalaman terbaik selama di Biak,” pungkas Ronny. ( il).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

15 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

16 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

20 hours ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

21 hours ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

22 hours ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

23 hours ago