

Daud Rumansara,
BIAK–Ketua Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) Kabupaten Biak Numfor, Daud Rumansara menyatakan sangat mendukung pembangunan Bandara Antariksa di Kabupaten Biak Numfor. Pembangunannya lebih cepat lebih baik.
Pembangunan Bandara Antariksa menurutnya sangat positif bagi masa depan orang Biak secara khusus dan Papua secara umum.
“Kita pada dasarnya sangat setuju rencana besar pembangunan Bandara Antariksa di Biak. Itu positif untuk Biak dan seluruh Papua,”ucap Rumansara saat dihubungi Cenderawasih Pos, Selasa,(22/8), kemarin.
Daud Rumansara mengatakan, dengan dibangunnya Bandara Antariksa di Biak maka Bandara Frans Kaisepo akan hidup kembali, kunjungan wisatawan dari berbagai negara terus berdatangan ke Biak, dan perputaran ekonomi di Biak akan hidup.
“Terus terang, kami tidak punya gunung emas. Kami hanya punya ikan di laut dan keindahan alam yang dikelola untuk hasilkan PAD. Jadi ini suatu keuntungan besar bagi Biak sehingga pariwisata hidup dan ada PAD,”ujar Rumansara.
Areal yang hendak dibangun Bandara Antariksa menurutnya merupakan daerah bebatuan yang tandus, yang tidak bisa ditanami oleh tanaman perkebunan masyarakat sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan Bandara Antariksa.
Status lokasi pembangunan Bandara Antariksa seluas 200 hektar menurut dia sudah diserahkan oleh pemilik tempat beberapa tahun silam, sehingga tidak perlu dipersoalkan oleh yang bukan pemilik tempat. (ren/tho)
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua…
Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua melakukan Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan. Pertemuan ini…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta masyarakat adat dilibatkan dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi…
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…
Berdasarkan hasil monitoring, wilayah Zona Musim (ZOM) seperti Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi saat ini…