Kedepan, lanjutnya, pemerintah akan terus berupaya menjadikan kegiatan seperti ini sebagai pintu gerbang yang membuka peluang lebih besar untuk mempromosikan budaya dan parwisata terutama di Kabupaten Biak ke tingkat nasional bahkan ke tingkat internasional.
Sementara itu Gubernur Papua Matius D Fakhiri dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Ferdinand Rumaropen, mengatakan, Festival Budaya Biak tahun ini merupakan perhelatan yang istimewa, karena sudah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya.
Oleh karena itu, ia menilai melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan budaya, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus melestarikan dan mewariskannya kepada generasi muda.
“Mari kita pastikan seluruh manfaat dari kegiatan ini kembali kepada masyarakat Biak, bagi para seniman, pelaku UMKM, budayawan, dan generasi muda yang menjadi motor penggerak kebudayaan kita semakin bersatu, bersemangat, dan optimis membangun Papua yang damai, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra dalam sambutannya juga mengatakan, menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata dan sektor unggulan daerah, diperlukan strategi yang komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga pada pengembangan, pelestarian, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…