Kedepan, lanjutnya, pemerintah akan terus berupaya menjadikan kegiatan seperti ini sebagai pintu gerbang yang membuka peluang lebih besar untuk mempromosikan budaya dan parwisata terutama di Kabupaten Biak ke tingkat nasional bahkan ke tingkat internasional.
Sementara itu Gubernur Papua Matius D Fakhiri dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Ferdinand Rumaropen, mengatakan, Festival Budaya Biak tahun ini merupakan perhelatan yang istimewa, karena sudah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya.
Oleh karena itu, ia menilai melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan budaya, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus melestarikan dan mewariskannya kepada generasi muda.
“Mari kita pastikan seluruh manfaat dari kegiatan ini kembali kepada masyarakat Biak, bagi para seniman, pelaku UMKM, budayawan, dan generasi muda yang menjadi motor penggerak kebudayaan kita semakin bersatu, bersemangat, dan optimis membangun Papua yang damai, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra dalam sambutannya juga mengatakan, menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata dan sektor unggulan daerah, diperlukan strategi yang komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga pada pengembangan, pelestarian, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom tak menampik soal pentingnya membangun karakter anak usia dini yang…
Langkah ini diambil guna memastikan anggaran daerah berdampak langsung pada industri domestik dan menekan ketergantungan…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan mendorong agar pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja…
Menurut dia, total siswa yang mendaftar secara online sebanyak 95 orang yang terdiri dari Kabupaten…
Dalam Amanatnya Bupati Willem Wandik menegaskan, bahwa hari Lahir Pancasila tidak boleh kita pahami hanya…
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya kerja sama, koordinasi, dan komitmen seluruh panitia agar setiap tahapan…