

RSUD Biak Numfor (FOTO;Prokompida Biak Numfor)
BIAK – Sebagai wujud pembuktian kinerja 100 hari pemerintah kabupaten Biak Numfor lewat kepemimpinan Bupati dan Wabup Markus Mansnembra dan Jimmy Kapisa, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor resmi menggratiskan biaya pengurusan jenazah bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP) yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kebijakan ini berlaku bagi pasien yang meninggal dunia di RSUD Biak dan telah diterapkan sejak Kamis (13/03).
Dengan adanya kebijakan ini, seluruh proses pengurusan jenazah, mulai dari perawatan, penyediaan perlengkapan seperti peti, pakaian, hingga biaya pengantaran ke rumah duka, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang kurang mampu, terutama OAP, mendapatkan bantuan yang layak dalam menghadapi momen sulit seperti kehilangan anggota keluarga,” ujar Bupati Markus O. Mansnembra.
Program ini telah diterapkan untuk pertama kalinya kepada salah satu warga Kampung Baru, Distrik Samofa, yang meninggal dunia di RSUD Biak. Jenazah pasien tersebut telah diurus oleh pemerintah daerah hingga tiba di rumah duka.
Meski demikian, layanan ini hanya berlaku untuk pasien yang meninggal di RSUD Biak dan tidak mencakup rumah sakit lain. Pemerintah akan memastikan bahwa penerima manfaat program ini benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu berdasarkan data BPJS Kesehatan dan catatan RSUD Biak.
Bupati Markus juga menegaskan bahwa kebijakan ini akan ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) serta alokasi anggaran khusus guna memastikan keberlanjutan program dalam lima tahun ke depan.
Selain program ini, dalam 100 hari kerja pertama, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak guna merealisasikan kebijakan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…