Sementara ditempat yang sama, Mananwir Bin Byak, yang juga Ketua Umum Babe Oser Bin Byak, Mama Mintje Anna Yawan, menyadari bahwa saat ini terjadi pergerusan hak-hak adat termasuk diantaranya tanah adat, dan proses jual beli diatasnya, sekaligus perananan perempuan dalam berpolitik, khususnya perempuan Papua masih belum diberikan tempat.
Mama Mintje mengharapkan tanah-tanah adat, yang memang jika sudah bukan jadi hak miliknya bisa belajar dari pengalaman. Menjaga hak-hak diatas tanah menurutnya wajib. Tanah yang ditawari oleh pemerintah sejatinya tidak boleh dijual lagi, namun dia menyarankan untuk disewa secara kontinue, pertahunnya, dan harganya bisa menyesuaikan tiap tahun sesuai dengan angka inflasi yang dialami negara. ( il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…
Berdasarkan data Pelni, arus balik melalui KM Sinabung tujuan Jayapura kali ini mencatat penjualan tiket…
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting…
Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah…