Sementara ditempat yang sama, Mananwir Bin Byak, yang juga Ketua Umum Babe Oser Bin Byak, Mama Mintje Anna Yawan, menyadari bahwa saat ini terjadi pergerusan hak-hak adat termasuk diantaranya tanah adat, dan proses jual beli diatasnya, sekaligus perananan perempuan dalam berpolitik, khususnya perempuan Papua masih belum diberikan tempat.
Mama Mintje mengharapkan tanah-tanah adat, yang memang jika sudah bukan jadi hak miliknya bisa belajar dari pengalaman. Menjaga hak-hak diatas tanah menurutnya wajib. Tanah yang ditawari oleh pemerintah sejatinya tidak boleh dijual lagi, namun dia menyarankan untuk disewa secara kontinue, pertahunnya, dan harganya bisa menyesuaikan tiap tahun sesuai dengan angka inflasi yang dialami negara. ( il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
"Kami menegaskan bahwa tuduhan dan pernyataan yang disampaikan melalui platform Facebook dengan akun "DM' dan…
Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid di Sentani, Kamis,…
im Resmob Numbay berhasil membekuk seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial AA (19) di…
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada…
BPK RI Perwakilan Papua yang hadir, Pengendali Teknis II, Setya Adie Pratama, Ketua tim, Resi…
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura Pdt. Steven A. Wonmaly, mengatakan bahwa ini bukan…