Sementara ditempat yang sama, Mananwir Bin Byak, yang juga Ketua Umum Babe Oser Bin Byak, Mama Mintje Anna Yawan, menyadari bahwa saat ini terjadi pergerusan hak-hak adat termasuk diantaranya tanah adat, dan proses jual beli diatasnya, sekaligus perananan perempuan dalam berpolitik, khususnya perempuan Papua masih belum diberikan tempat.
Mama Mintje mengharapkan tanah-tanah adat, yang memang jika sudah bukan jadi hak miliknya bisa belajar dari pengalaman. Menjaga hak-hak diatas tanah menurutnya wajib. Tanah yang ditawari oleh pemerintah sejatinya tidak boleh dijual lagi, namun dia menyarankan untuk disewa secara kontinue, pertahunnya, dan harganya bisa menyesuaikan tiap tahun sesuai dengan angka inflasi yang dialami negara. ( il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…