Sementara ditempat yang sama, Mananwir Bin Byak, yang juga Ketua Umum Babe Oser Bin Byak, Mama Mintje Anna Yawan, menyadari bahwa saat ini terjadi pergerusan hak-hak adat termasuk diantaranya tanah adat, dan proses jual beli diatasnya, sekaligus perananan perempuan dalam berpolitik, khususnya perempuan Papua masih belum diberikan tempat.
Mama Mintje mengharapkan tanah-tanah adat, yang memang jika sudah bukan jadi hak miliknya bisa belajar dari pengalaman. Menjaga hak-hak diatas tanah menurutnya wajib. Tanah yang ditawari oleh pemerintah sejatinya tidak boleh dijual lagi, namun dia menyarankan untuk disewa secara kontinue, pertahunnya, dan harganya bisa menyesuaikan tiap tahun sesuai dengan angka inflasi yang dialami negara. ( il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…