Categories: BIAK

Biak Desain Jadi Waterfront City

George Kbarek ( FOTO : Fiktor/Cepos)

BIAK-Desain atau master plan Biak sebagai kota pesisir atau waterfront city dipresentasikan ke sejumlah instansi terkait di Jakarta, salah satunya di Bappenas. Hal tersebut dimaksudkan supaya ada dukungan anggaran untuk pengembangan kota pantai itu. Tak hanya itu, Bappeda Kabupaten Biak Numfor juga telah menyiapkan Amdal tentang desain pengembangan waterfront city tersebut.

  Bahkan, Amdal Waterfront City sudah habis masa waktunya tahun 2020 dan harus diperbaharui lagi. Berbagai upaya untuk mencari dukungan anggaran ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait, termasuk dukungan dari pemerintah Provinsi Papua.

  “Kalau kajiannya sudah dilakukan dan Amdalnya juga sudah ada, untuk Amdal tahun depan juga sudah habis dan perlu diperbaharui lagi,” kata Kepala Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Biak Numfor George Kbarek kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

  Pengembangan kota pantai memang membutuhkan biaya yang cukup besar, bahkan dapat mencapai ratusan miliar. Karenanya, hasil kajian, master plan dan Amdal sudah dipresentasikan di Bappenas dan sejumlah kementerian terkait di Pemerintah Pusat serta dikoordinasikan ke pemerintah Provinsi Papua. Hal tersebut dimaksudkan untuk dukungan dana dari pemerintah pusat untuk pengembangan kota pantai itu.

  “Kami sudah sampaikan di sejumlah kementerian, termasuk di Bappenas. Dokumennya sudah lengkap, kami telah lampirkan Amdal dan master plan termasuk kajian-kajiannya. Jadi kalau pendanaannya dari APBD Kabupaten Biak Numfor saya kira agak sulit, sebab ini membutuhkan biaya cukup besar, bisa sampai ratusan meliar,” ujarnya.

  Pengembangan kota pantai di Biak dinilai sangat tepat dan cukup strategis mengingat Kabupaten Biak Numfor adalah wilayah kepulauan. Selain itu, juga akan mendukung kebijakan pemerintah daerah setempat yang memberikan perhatian serius terhadap sector pariwisa dan perikanan.

  “Dari perencanaan yang telah dibuat, bahwa pengembangan kota pantai ini tidak akan mengganggu aktivitas yang ada sekarang, termasuk kegiatan nelayan atau dermaga, malah kalau jadi itu lebih baik dan cukup mendukung,” pungkas Goerge.

  Sekedar diketahui, sesuai dengan perencanaan penataan kota pantai itu akan dimulai dari dekat Pelabuhan Biak hingga dengan Bandar Udara Frans Kaisiepo, dengan panjang dari daratan ke permukaan laut sekitar 50 – 100 meter. (itb/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Lima Distrik se Wilayah Walak Sepakat Berikan Sanksi Adat bagi Pelaku Karhutla

Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…

8 hours ago

Transisi Hingga Tumpulnya Lini Depan Jadi Evaluasi

Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…

8 hours ago

Materi KUA-PPAS Telah Diserahkan ke DPRP

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…

9 hours ago

Alex Belum Fit dan David Masih Menyesuaikan

Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…

10 hours ago

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

10 hours ago

Bima Ragil Bidik Kebangkitan di Laga Berikutnya

Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…

10 hours ago