

Suasana sidang DPRK Biak Numfor, Kamis (27/3) kemarin. DPRK meminta Pemkab Biak NUmfor harus benar-benar memperhatikan skala prioritas. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
BIAK – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor menggelar rapat pembahasan efisiensi anggaran, dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Daniel Rumanasen, Wakil Ketua I, dan Wakil Ketua II Adrianus Mambobo. Rapat ini dihadiri 12 anggota DPRK yang tergabung dalam Tim Badan Anggaran (Banggar), Kamis (27/3) di ruang rapat DPRK Biak Numfor.
Dalam rapat tersebut, DPRK menyoroti pentingnya kejelasan arah penggunaan anggaran efisiensi senilai Rp111 miliar, yang diketahui berdampak pada Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik, Dana Alokasi Umum (DAU), hingga Dana Otonomi Khusus (Otsus). Terlebih menurut Ketua DPRK Daniel Rumansen angka ini tidak terbilang kecil.
Kata Daniel Rumanasen, Pemerintah Daerah harus benar-benar melihat skala prioritas, serta arah dari efisiensi ini. Terlebih ada kabar bahwa efisiensi anggaran dari pusat ini akan Kembali di alamai di tahun anggaran berikutnya. Tidak hanya itu tantangan defiSit anggaran tahun lalu pun menjadi momok yang perlu di tindaklanjuti.
Wakil Ketua II DPRK, Adrianus Mambobo, menegaskan bahwa arah efisiensi anggaran pun harus konkret. “Harus jelas, efisiensi ini untuk membiayai apa? Tiap OPD mau melakukan apa dan untuk siapa. Petani, pedagang asli Papua, hingga ASN jangan sampai dilupakan. Efisiensi bukan asal potong, tapi harus membangkitkan gairah kerja,” tegasnya.
Anggota Banggar, Jhon Amboki, mengingatkan bahwa isu efisiensi ini sudah mencuat sejak awal tahun, namun belum ada pembahasan mendalam. “Efisiensi sebesar ini perlu dilihat secara rasional. Dana hibah untuk organisasi dan UMKM harus jelas penerimanya dan tujuannya. Jangan sampai jadi polemik baru,” ujarnya.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…