

Ketua DPRK Waropen Yeneke S.K Dippan (foto:ismail/ Cenderawasih Pos)
WAROPEN – Hasil reses Ketua DPRK Waropen, Yeneke S.K. Dippan, dn sejumlah anggota DPRK Waropen lainnya di Kampung Wotowa, Distrik Oudate pada Minggu (22/2) mengungkap fakta memprihatinkan di lapangan. Meski tahun ajaran tengah berjalan, aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan di wilayah tersebut ditemukan lumpuh total.
Yeneke Dippan ditemui, Senin (23/2) menegaskan bahwa kondisi ini adalah bentuk pengabaian hak dasar masyarakat yang tidak bisa ditoleransi lagi oleh Pemerintah Daerah.
Dalam tinjauannya di Kampung Sowiwa, Distrik Oudate, Yeneke menemukanndan dilaporkan ada gedung sekolah tersedia, namun tidak ada aktivitas belajar mengajar.
Ironisnya, laporan warga menyebutkan hanya Kepala Sekolah yang sesekali terlihat, sementara guru lainnya absen karena ketiadaan rumah dinas.
“Ini Februari, seharusnya sekolah berjalan. Fasilitas ada, tapi anak-anak tidak mendapatkan pendidikan. Pemerintah harus serius! Jangan anggap remeh masa depan anak-anak kita,” tegas Yeneke.
Ia juga menyoroti tingginya angka putus sekolah dan buta huruf di wilayah tersebut. Rendahnya pendapatan ekonomi membuat orang tua kesulitan membiayai anak sekolah di kota, sementara pemerintah dinilai gagal menyediakan asrama atau yayasan pendampingan.
Sektor kesehatan tak kalah miris. Dengan populasi lebih dari 600 jiwa (400 di antaranya masuk DPT), Kampung Wotowa tidak memiliki Pustu, Puskesmas, apalagi tenaga kesehatan (nakes).
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…