Hal ini menyebabkan banyak pekerja di Waropen yang belum sepenuhnya memahami manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, Taufan berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh agar semua pekerja di Waropen, baik formal maupun nonformal, bisa terlindungi.
Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan Waropen, Yohanis Wonatorei, menambahkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu penyebab ketidakaktifan keanggotaan.
“Masyarakat belum menyadari pentingnya manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga ada terjadi kelalaian pembayaran. Awalnya dengan semangat membayar satu dan dua bulan selanjutnya tidak membayar lagi. Itu mengakibatkan status keanggotaannya di nonaktifkan oleh sistem secara otomatis,” jelas Yohanis.
Dengan adanya sosialisasi dan dukungan dari pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan berharap seluruh pekerja di Waropen dapat terlindungi dari risiko kerja dan ancaman sosial, sejalan dengan program pemerintah pusat. Nmaun tentu saja dinbutuhkan campur tangan pula dari Pemerintah Daerah. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Tim Sapu Bersih Penyalahgunaan Migas Provinsi Papua menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi…
Persipura bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mutiara Hitam sebelumnya menjadi salah satu kandidat…
Pembatasan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026…
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Kominfo Provinsi Papua, Thomas Sibi, menjelaskan bahwa…
Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di Papua, termasuk perkembangan penanganan…
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Linus Pasarang, yang membuka kegiatan menegaskan pentingnya penguatan…