

Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si melantik pengurus LPPD, LP3K dan LPTQ di Gedung Klasis GKI Waropen, Selasa (16/09). (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
Tekankan Pentingnya Kerukunan dan Toleransi
WAROPEN – Bupati Waropen, Drs. F.X. Mote, M.Si, melantik pengurus Lembaga Pengembangan Paduan Suara Gerejawi (LPPD), Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3K), serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di Gedung Klasis GKI Waropen, Selasa (16/09).
Bupati Mote menegaskan bahwa ketiga lembaga ini bukan sekadar wadah untuk lomba atau festival, melainkan pilar penting untuk memperkuat iman, spiritualitas, dan persaudaraan antar umat beragama di Waropen. Pelantikan ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang kerohanian.
Menurutnya, LPPD, LP3K, dan LPTQ adalah representasi kekayaan keberagaman di Waropen. LPPD membina umat Protestan melalui paduan suara gerejawi, LP3K mendukung umat Katolik dalam seni liturgi, dan juga paduan suara, dan LPTQ melatih pembaca serta penghafal Al-Qur’an.
Bupati berharap ketiga lembaga ini dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, melahirkan program-program yang realistis, membina generasi muda, dan memperkuat kerukunan. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman, sejalan dengan visi “Waropen Bangkit, Mandiri, Sejahtera yang Berkeadilan”.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…