Dari total 500 tenaga K2 yang ada, Pj Sekda juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa kendala. Ada sekitar 10 orang yang teridentifikasi bermasalah, termasuk dua orang yang sudah meninggal dunia.
Sementara itu, delapan orang lainnya akan diproses lebih lanjut, atau diusulkan untuk pergantian. Proses ini akan diselesaikan secepatnya. Setelah seluruh 500 tenaga honorer K2 ini selesai diproses dan diangkat menjadi PPPK, barulah Pemkab Waropen dapat melakukan rekrutmen ASN selanjutnya.
Keputusan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan status yang jelas bagi ratusan tenaga honorer yang telah mengabdi lama. Meskipun tidak mendapatkan hak pensiun seperti PNS, status sebagai PPPK memberikan jaminan penghasilan dan kesejahteraan yang setara. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan tenaga honorer di seluruh Indonesia secara bertahap dan sesuai dengan regulasi yang ada. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…
Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi,…
Bersamaan dengan penyerahan diri itu, tujuh pucuk senjata api yang selama ini mereka gunakan turut…
Diduga kuat, si rangkong keluar dari habitatnya karena rumahnya terbakar. Karhutla yang melanda sejumlah wilayah…
Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan pendaki yang sebelumnya menggunakan jalur Senaru atau…