“Orang skiller ini kunci. Dia hitung kubikasi untuk semua, penebang kayu, operator doser, sopir logging, sampai buruh pelabuhan. Kalau semuanya dihitung oleh orang luar yang kerja untuk perusahaan, bagaimana kita mau percaya?” lanjutnya.
Sebagai langkah awal, Asari menggagas pembentukan Pemuda Adat dan meminta pemuda di wilayah Manirem untuk menyiapkan empat orang sebagai calon skiller.
“Kenapa kita tidak siapkan mereka? Kalau mereka jadi skiller, kita tidak rugi, dana bagi hasil kita jelas, dan hak masyarakat terlindungi,” pungkasnya.(roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menyebutkan bahwa tahapan pendaftaran dibuka pada bulan Februari bulan depan. Bahkan jumlah formasi yang…
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Boby Awi menjelaskan bahwa kenaikan target tersebut seiring…
Menurutnya, LHP yang diserahkan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi cerminan sejauh mana pengelolaan keuangan…
Pelantikan sejumlah staf khusus ini oleh Fakhri menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lantaran,…
"Total seluruh penduduk di wilayah Papua sebanyak 4,58 juta jiwa. Untuk Provinsi Papua sebanyak 1,10…
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan bahan makanan, kebersihan dan kelayakan dapur, kondisi…