“Orang skiller ini kunci. Dia hitung kubikasi untuk semua, penebang kayu, operator doser, sopir logging, sampai buruh pelabuhan. Kalau semuanya dihitung oleh orang luar yang kerja untuk perusahaan, bagaimana kita mau percaya?” lanjutnya.
Sebagai langkah awal, Asari menggagas pembentukan Pemuda Adat dan meminta pemuda di wilayah Manirem untuk menyiapkan empat orang sebagai calon skiller.
“Kenapa kita tidak siapkan mereka? Kalau mereka jadi skiller, kita tidak rugi, dana bagi hasil kita jelas, dan hak masyarakat terlindungi,” pungkasnya.(roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…