Di lapak lain, Marno menghadapi situasi yang sama. Ia mengakui penjualan kali ini cukup sepi hingga membuatnya harus memutar otak. Salah satu cara yang ia lakukan adalah memberikan potongan harga. “Kalau beli banyak, kami kasih diskon. Dari Rp 40 ribu jadi Rp 35 ribu,” ujarnya.
Untuk petasan roman candle, potongan harga juga diberlakukan, berharap bisa menarik minat pembeli yang masih ragu. Meski sepi, Marno tetap menyiapkan stok hingga malam puncak perayaan Tahun Baru. Di lapaknya tersedia berbagai jenis petasan, mulai dari harga Rp5 ribu hingga paket besar bernilai jutaan rupiah. “Kami jual sampai yang 1.000 shot harganya Rp10 juta, yang 614 shot Rp5,5 juta,” jelasnya.
Jika tidak habis terjual, Marno hanya bisa menyimpannya kembali di gudang dan menunggu kesempatan lain. Namun seperti Yani, ia tetap menggantungkan harapan pada satu malam yang paling ditunggu.
Di balik sunyinya lapak-lapak petasan itu, tersimpan harapan para pedagang kecil yang menanti dentuman kembang api bukan hanya sebagai tanda pergantian tahun, tetapi juga sebagai pertanda rezeki yang datang meski terlambat. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Sebanyak 19 petani kakao di Kampung Wailebet, Kepulauan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya,…
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, baik pembangunan…
Usai terpilih, Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musda dan pengurus sebelumnya yang telah membangun…
‘’Dari laporan yang kami terima, 5 ABK dari kapal itu berhasil diselamatkan masyarakat. Sedangkan 2…
Bupati Merauke Yospeh Bladib Gebze memastikan akses Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang saat ini…
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menegaskan operasi ini difokuskan pada penindakan tindak pidana 3C,…