Di lapak lain, Marno menghadapi situasi yang sama. Ia mengakui penjualan kali ini cukup sepi hingga membuatnya harus memutar otak. Salah satu cara yang ia lakukan adalah memberikan potongan harga. “Kalau beli banyak, kami kasih diskon. Dari Rp 40 ribu jadi Rp 35 ribu,” ujarnya.
Untuk petasan roman candle, potongan harga juga diberlakukan, berharap bisa menarik minat pembeli yang masih ragu. Meski sepi, Marno tetap menyiapkan stok hingga malam puncak perayaan Tahun Baru. Di lapaknya tersedia berbagai jenis petasan, mulai dari harga Rp5 ribu hingga paket besar bernilai jutaan rupiah. “Kami jual sampai yang 1.000 shot harganya Rp10 juta, yang 614 shot Rp5,5 juta,” jelasnya.
Jika tidak habis terjual, Marno hanya bisa menyimpannya kembali di gudang dan menunggu kesempatan lain. Namun seperti Yani, ia tetap menggantungkan harapan pada satu malam yang paling ditunggu.
Di balik sunyinya lapak-lapak petasan itu, tersimpan harapan para pedagang kecil yang menanti dentuman kembang api bukan hanya sebagai tanda pergantian tahun, tetapi juga sebagai pertanda rezeki yang datang meski terlambat. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan…
Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen untuk melakukan pembersihan internal terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti…
Ketua DPRK Keerom, Kanisius Kango, menegaskan penyampaian hasil reses ini merupakan kewajiban konstitusional lembaga legislatif.…
Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…
Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…
Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…