Dedikasinya ini tampak tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi dirinya, tetapi juga motivasi bagi anak-anak muda di kawasan itu. Dimana awalnya hanya ia seorang diri, tapi kini ada enam orang yang bekerja sebagai tukang angkut. Mereka menawarkan jasa angkut dari jalan raya hingga ke rumah-rumah warga di bukit.
“Tapi memang pekerjaan inikan tidak ada jaminanan bulanan, jadi kalau lagi rejeki bisa dapat uang tapi kalau tidak ya pulang kosong,” tuturnya.
Kehidupan di Perbukitan Barisan adalah cerminan ketangguhan dan solidaritas masyarakat. Dengan segala suka dan dukanya, mereka mampu beradaptasi dan saling mendukung untuk bertahan, membuktikan bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada cerita indah yang bisa dikenang. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…
Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi,…
Bersamaan dengan penyerahan diri itu, tujuh pucuk senjata api yang selama ini mereka gunakan turut…
Diduga kuat, si rangkong keluar dari habitatnya karena rumahnya terbakar. Karhutla yang melanda sejumlah wilayah…
Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan pendaki yang sebelumnya menggunakan jalur Senaru atau…
Instruksi lainnya menyangkut perlakuan rumah sakit terhadap pasien. Prabowo meminta tidak ada perbedaan pelayanan antara…