Dedikasinya ini tampak tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi dirinya, tetapi juga motivasi bagi anak-anak muda di kawasan itu. Dimana awalnya hanya ia seorang diri, tapi kini ada enam orang yang bekerja sebagai tukang angkut. Mereka menawarkan jasa angkut dari jalan raya hingga ke rumah-rumah warga di bukit.
“Tapi memang pekerjaan inikan tidak ada jaminanan bulanan, jadi kalau lagi rejeki bisa dapat uang tapi kalau tidak ya pulang kosong,” tuturnya.
Kehidupan di Perbukitan Barisan adalah cerminan ketangguhan dan solidaritas masyarakat. Dengan segala suka dan dukanya, mereka mampu beradaptasi dan saling mendukung untuk bertahan, membuktikan bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada cerita indah yang bisa dikenang. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sebuah minibus Dutro yang mengalami kecelakaan pada Jumat (15/5) lalu diduga karena kecepatan tinggi saat…
Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Wali Kota Jayapura diminta untuk membantu memfasilitasi penyelesaian masalah…
Dengan suara penuh empati dan ketegasan, ia mengingatkan bahwa Wamena bukan hanya sebuah kota, tetapi…
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 15 botol minuman keras berbagai merek yang ditemukan…
Banyaknya pengungsi yang masuk ke tempat tersebut membuat Pemprov Papua Pegunungan sejak semalam berupaya untuk…
Pemerintah Kota Jayapura terus mendorong percepatan pembentukan dan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian…