Categories: FEATURES

Cegah Kasus Serupa, Perlu Didorong Lingkungan Ramah Anak

Kapolresta Jayapura Soal Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bawah Umur

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur, penyebab kematian dari Nur Aulya di Koya Barat dan hilangnya Tapasya di Dok IX Jayapura, masih menjadi misteri  yang sedang diungkap penyidik Polresta Jayapura Kota. Kasus ini  pun menyita  perhatian masyarakat dan banyak pihak di Kota Jayapura, yang menantikan pengungkapan kasus ini.

Laporan: Karolus Daot-Jayapura.

Nama Nur Aulya dan Tapasya, dua gadis kecil yang seharusnya tumbuh berlari mengejar impian mereka, kini bergema bukan lewat tawa dan ceria, melainkan lewat deru doa panjang yang mengudara memohon keadilan, berharap kepastian.

Nur Aulya, bocah mungil berusia 3,5 tahun, terakhir terlihat di depan ruko kecil tempat kedua orang tuanya mencari nafkah di Koya Barat, Distrik Muara Tami pada 30 Maret 2025 sore. Bermula tak ada firasat buruk, namun hanya hitungan menit, Aulya lenyap dari pandangan.

Empat hari kemudian, tubuh kecil itu ditemukan di tengah rawa tempat yang mustahil ia capai seorang diri. Naasnya ia ditemukan dengan kondisi lengan mungilnya tak lagi utuh. Sungguh kisah polosnya direnggut dalam cara yang sulit diterima akal sehat.

  Hingga kini kasus hilangnya Nur Aulya ini masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Pasalnya dari 19 saksi telah diperiksa, dua di antaranya melalui metode ilmiah Lie Detector. Penyidik belum juga mampu mengungkap sosok pelaku dibalik kematian tragis dari bocah mungil tersebut.

  Adapun barang bukti yang telah diperiksa adalah sandal korban yang awalnya diduga mengandung percikan darah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan forensik, dugaan tersebut tidak terbukti.

  Naasnya lagi dari hasil autopsi, ditemukan bahwa dalam lambung korban masih terdapat sisa makanan yang diperkirakan dikonsumsi enam jam sebelum korban meninggal. Namun, keterangan dari ibu korban mengenai makanan terakhir yang diberikan tidak sesuai dengan hasil autopsi.

  “Perbedaan keterangan ini membuat proses penyelidikan semakin kompleks. Kami mencoba mengurai kembali kronologi kejadian dari awal sebelum korban dinyatakan hilang,” jelas Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen di Jayapura Jumat (25/4).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

20 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

21 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

1 day ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago