Categories: FEATURES

Tidak Hanya Makan Ikan Gratis, Sejumlah Lomba Tradisional Juga Digelar

   Selain lomba permainan tradisional, ada juga lomba yang tidak kalah serunya dan mengundang masyarakat untuk menyaksikan langsung, bagaimana orang-orang muda di kampung itu menyelam dan menangkap ikan secara tradisional menggunakan panah.

   Untuk lomba menangkap atau memanah ikan ini tidak dilakukan secara bebas, tetapi peserta lomba memanah ikan di dalam tempat tradisional yang sudah disiapkan atau dalam bahasa setempat dinamakan Bhukere.

   Bhukere adalah  tempat penangkaran ikan yang dibuat secara tradisional. Bhukere dibuat dari pelepah daun sagu yang ditancapkan ke dasar danau berbentuk lingkaran dengan maksud ikan-ikan bisa bermain di dalam Bhukere, sehingga memudahkan para penyelam untuk mencari dan memanahnya.

  “Jadi itu adalah rumah ikan dibuat ketika ikannya sudah banyak baru ditangkap atau dipanah, bisa langsung diselam atau mereka bisa tabur racun ikan,”ujarnya.

   Lomba tersebut mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat yang turut menonton pelaksanaan kegiatan lomba Bhukere itu. Setidaknya ada 13 penyelam yang mendaftar, namun hanya 8 yang mengikuti lomba itu.

    Para penyelam tradisional ini kemudian hanya diberi waktu sebanyak 30 menit untuk mencari dan memanah ikan di dalam Bhukere itu. Yang menjadi penilaian  bukan berapa banyak ikan ditangkap, tetapi siapa yang berhasil menangkap ikan paling berat, itulah yang menjadi juara.

  “Jadi ikan setelah dipanah atau diburu akan ditimbang siapapun yang paling berat dia  pemenangnya,” ungkapnya.

   Selain itu ada juga perlombaan lain yang dilakukan pada festival Port Numbay itu, yaitu lomba tiktok. Lomba Tik tok ini hanya memuat materi tentang promosi-promosi destinasi wisata yang ada di Kampung Yoka.

   Syaratnya setiap peserta hanya memfollow akun-akun media sosial yang ada di Dinas Pariwisata dan selanjutnya menandai tiga teman lainnya. Sehingga itu menjadi salah satu syaratnya yang wajib dilakukan oleh setiap peserta. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Banyak Karhutla tapi Belum Ada yang Diproses Hukum

Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…

7 hours ago

Komnas HAM Didesak Investigasi Tewasnya Leonardus Konorop

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…

8 hours ago

Modal Nekat Buka Bengkel, Kadang Sedih Karena Berulang Kali Dibobol Maling

Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…

9 hours ago

Hampir Sepekan Akhirnya Palang Kampus Uncen Dibuka

​Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa…

10 hours ago

Keluarga Pelaku dan Korban Sepakat Serahkan ke Polisi

Kapolres mengatakan, aktivitas masyarakat di Kota Agats telah kembali berjalan normal. Kegiatan perekonomian, pelayanan publik,…

11 hours ago

Wali Kota: Sikapi Keluhan Warga, Tak Boleh Ada Ancaman!

  Dalam sidak tersebut, Wali Kota menerima laporan dari warga yang mengaku mendapat ancaman dari…

12 hours ago