Categories: FEATURES

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

   “Kalau untuk sebanding, itu sebanding. Tergantung orangnya rajin atau tidak. Tapi kesehatan tubuh kan tidak bisa dipaksa, masing-masing orang punya ketahanan berbeda. Yang penting kita konsisten,” ungkap Rohidin kepada Cenderawasih Pos di Kotaraja, Kamis (27/8).

  Ketika dinamika jalanan Jayapura makin kompleks dan kebutuhan antar-driver makin beragam, Rohidin dipercaya oleh rekan-rekannya untuk memimpin sebuah wadah baru. Berjalan sejak April 2026, ia membawa LDR bukan sekadar sebagai tempat berkumpul sesama pengemudi ojol, melainkan sebagai wadah pengembangan diri dan dukungan untuk berbagai jobdesk serta kegiatan sosial lainnya di masa depan.

   Menjadi pengemudi jalanan di Kota Jayapura bukan tanpa risiko. Gesekan antar-driver, persaingan menggaet penumpang, hingga godaan emosi saat berada di bawah terik matahari kerap menjadi ujian berat. Rohidin memahami betul bahwa di lapangan, perputaran uang sering kali memicu panasnya suhu kepala.

   Karena itulah, Rohidin menanamkan satu prinsip utama bagi seluruh anggota LDR rendahkan ego dan saling mengerti. “Motivasi utamanya itu yang penting rendahkan ego. Rendahkan ego dan saling mengerti. Di lapangan itu kalau masalah uang pasti panas. Jadi harus diselingi dengan saling memahami, saling mengimbau,” tutur Rohidin.

   Untuk menjaga  semangat kebersamaan sekaligus mendinginkan kepala dari tekanan kerja, LDR memiliki rutinitas unik yang digelar setiap kali Pertemuan Rutin atau Kopi Darat (Kopdar), yakni pada Minggu malam. Di tengah lingkaran para driver yang lelah setelah bekerja, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Yasinan, dan tahlilan bergema khusyuk.

   Bagi komunitas ini, Yasinan bukan sekadar ritual keagamaan biasa, melainkan sebuah kebutuhan spiritual dan benteng perlindungan jiwa. “Kita ini kembali lagi, manusia yang hidupnya di jalanan yang sangat rentan dengan musibah. Makanya kita adakan Yasinan. Doa bersama ini ibaratnya untuk mengerem. Mengerem supaya teman-teman tidak gampang terprovokasi atau bertindak gegabah. Jadi doa ini untuk menyeimbangkan. Kalau ada musibah semoga diringankan, dan kalau ada rezeki semoga diperbanyak dan dipermudah,” jelasnya panjang lebar.

   Meski sarat dengan nuansa kekeluargaan dan pendekatan spiritual, LDR bukanlah komunitas yang elastis tanpa aturan. Komunitas ini dibentuk dengan garis ketegangan komitmen yang sangat jelas. Hal itu tecermin secara gamblang lewat slogan tegas yang mereka usung: “Ragu-ragu, mundur sekarang juga!”.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Optimalkan Pembinaan, KONI Papua Pegunungan Dorong Pelaksanaan Porda

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…

2 days ago

Plt Ketua PSSI Papua Tak Ingin Buru-buru Bahas Kongres

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…

2 days ago

Owen Puas dengan Perkembangan Tim

Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…

2 days ago

Josua Pattipi dan Dimas Lintang Siap Hibur Kejurnas di Keerom

- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…

2 days ago

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

3 days ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

3 days ago