

Pembudidaya Ikan Nila di Koya Timur saat gunakan RAS Untuk Penjernihan Air Kolam. ( Foto/Tim FMIPA Uncen)
Upaya FMIPA Uncen Berikan Tehnologi Bagi Pembudidaya Ikan di Koya Timur
Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, memperkenalkan inovasi Penerapan Kolam Karantina berbasis Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pembudidaya Ikan Nila dan Ikan Mas di Koya Timur. Seperti apa sistem kerja dari tekonologi tersebut ?
Laporan: Karolus Daot-Jayapura.
Wilayah Koya Timur, Distrik Muara Tami telah menjadi sentral budidaya ikan air tawar di Kota Jayapura. Beberapa jenis ikan yang banyak dibudidayakan adalah ikan mas dan ikan nila.
Meski sudah menjadi sentral budi daya ikan, namun hampir proses pembudidayanya masih menggunakan kolam tanah dan belum memiliki sistem penjernihan air kolam, sehingga membuat kualitas air menjadi kurang baik untuk budidaya ikan.
Melihat hal itu, Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, menawarkan inovasi Penerapan Kolam Karantina berbasis Teknologi Ramah Lingkungan kepada masyarakat setempat.
Secara umum teknologi ini hadir untuk memudahkan pemudidaya untuk menjaga kebersihan air kolam khususnya kolam ikan nila.Teknologi yang ditawarkan yaitu layanan pemasangan Recirculating Aquaculture System (RAS) dan Panel Sur.
Pada teknologi yang diperkenalkan ini, terdapat sistem filter mekanis yang terdiri dari ijuk, dan sistem filter biologis yang terdiri dari batu kerikil dan batu apung. Selain itu juga diberikan sistem tambahan yaitu sistem filter kimia dengan memanfaatkan bahan karbon aktif, yang sudah terbukti sangat efektif sebagai penyerap logam berat sebagai sumber pencemar air di wilayah Koya Timur.
Adapun cara kerja dari teknologi tersebut, pertama air kolam dipompa menggunakan tenaga listrik ke dalam wadah. Dimana wadah pertama ini diisi dengan ijuk, setelah disaring menggunakan gaya gravitasi air dengan sendirinya dialirkan ke wadah kedua yang telah isi dengan batu krikil dan batu apung. Dari situ, kemudian dialirkan ke dalam wadah ketiga. Wadah terakhir ini telah diisi dengan bahan karbon aktif. Dari situ akan kembali dialirkan ke kolam.
Sistem penjernihan air berputar (sirkulasi) dimana air dari kolam dialiri masuk ke dalam media filter, lalu kembali lagi ke kolam. Siklus seperti ini dilakukan terus menerus secara berkala,” jelas Ketua Tim, Octolia Togibasa, kepada Cendrawasih Pos, Selasa (22/10).
Dikatakan secara umum keunggulan, dari layanan tersebut, dapat menghemat air, kemudian filter mekanis efektif menyerap partikel besar seperti endapan lumpur, sisa2 feses ikan, dan lain lain. Sementara itu, filter biologis efektif merubah bakteri jahat menjadi bakteri menguntungkan. Dan filter karbon aktif sangat efektif untuk menyerap logam berat. “Dengan adanya RAS ini maka kualitas produksi ikan nantinya akan semakin tinggi,” ujarnya.
Page: 1 2
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga
Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…