Diketahui kegiatan sosialisasi ini dilakukan oleh BPBD Kota Jayapura tidak hanya di lingkungan sekolah saja, tetapi juga kepada masyarakat umum. Namun karena banyaknya pertimbangan sosialisasi saat ini dilakukan oleh BPBD difokuskan kepada pelajar.
Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh BPBD Kota Jayapura setiap tahunnya di setiap satuan pendidikan di Kota Jayapura. “Kegiatan sosialisasi aman bencana ini menjadi sarana bagi guru dan siswa untuk belajar tentang lingkungannya. Serta menjadi agen informasi kewaspadaan bencana kepada keluarga dan warga sekitar,” ujarnya.
Yayong berharap melalui sosialisasi tersebut para siswa dapat menerapkan standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, suasana penuh semangat terlihat sepanjang kegiatan. Puluhan siswa antusias menyimak materi, sementara guru juga ikut dalam sosialisasi sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan bersama di lingkungan sekolah.
Bersama BMKG Wilayah V Jayapura, BPBD Kota Jayapura meyakini bahwa kesiapsiagaan adalah keterampilan yang harus terus dilatih. Dengan menanamkan budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan, pemerintah menyiapkan generasi yang lebih sigap, peduli, dan tangguh menghadapi risiko bencana.
Merespon terkait dengan itu, Kepala Sekolah Dasar (SD) Gembala Baik Abepura, Anastasia K.P. Sari, S.Pd, M.Pd menyambut baik dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan penting dilakukan kepada peserta didik dalam menghadapi bencana yang datang tak ada rencana.
“Menurut saya sangat bermanfaat sekali terutama bagi anak-anak sebagai langkah awal untuk mereka mengenal bagaimana penanganan bencana yang harus mereka ketahui di sekitar mereka,” kata Sari kepada Cenderawasih Pos, Kamis (26/2).
Ia berharap, dengan kegiatan tersebut para siswa-siswi yang mengikuti kegiatan itu dapat menyampaikan hal yang sama serta memberikan pemahaman kepada masyarakat di lingkungan sekitar, terutama teman, saudara hingga orang tua untuk tetap siaga ketika terjadi bencana.
Selain itu Kepala Sekolah juga berharap kepada BPBD dan instansi terkait lainnya untuk melakukan hal yang sama di seluruh sekolah yang ada di Kota Jayapura, tidak hanya di SD Gembala Baik saja.
"Jadi, dari FMIPA berdiri (26 Febuari 1998) sampai sekarang (2026) kami sudah punya enam guru…
Mencermati dinamika penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di…
Dikatakan sejak 2025 Uncen telah menerapkan empat periodisasi wisuda dalam setahun sebagai bagian dari reformasi…
Di tengah deretan tamu yang menanti, Muhajir menyambut dengan senyum ringan. Suaranya lembut, namun tegas.…
Bagi anak panti asuhan, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga menahan rasa kehilangan.…
Peluncuran ini merupakan bagian dari program akselerasi Nasional yang diusung pemerintah. Dengan pendekatan Sistem Kesehatan…