

Sejumlah anggota Forkopimda Provinsi Papua, pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Papua dan para kepala daerah di Papua saat mengikuti pembukaan Musrenbang di Hotel Horisaon Ultima Entrop, Rabu (25/4) (foto:Jimi/Cepos)
Dari Kegiatan Musrembang RPJPD, RKPD dan Otonomi Khusus Provinsi Papua
Pemerintah Provinsi Papua menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKDP) serta Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) Provinsi Papua Tahun 2025 di Hotel Horizon Ultima Entrop Kota Jayapura, Rabu (24/4). Lantas apa yang menarik dari kegiatan ini?
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura
Pj Gubernur Papua M Ridwan Rumasukun yang membuka kegiatan ini, Rabu (24/4) pagi kemarin mengungkakan rasa syukurnya untuk mengikuti pembukan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKDP) Tahun 2025, serta Musrenbang Otonomi khusus provinsi Papua Tahun 2025.
Menurutnya, tujuan dari Musrembang tersebut yakni yakni untuk menyampaikan rancangan RPJPD Tahun 2025 hingga 2045 dan RKPD Tahun 2025 dalam rangka penajaman, penyelenggara, klarifikasi dan kesepakatan terhadap visi dan misi, arah kebijakan serta sasaran pokok RPJPD.
Kegiatan ini juga untuk menyepakati permasalahan pembangunan, prioritas pembangunan, penyelarasan perogram dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional. Di sampingi itu, untuk mengklarifikasi program kegiatan yang merupakan kewenangan Provinsi dengan kegiatan kabupaten/kota, dan juga menyepakati bersama program strategis bersama yang bersumber dari dana Otonomi Khusus.
Lebih lanjut Ridwan menyampaikan bahwa musyawarah perancangan pembangunan merupakan rangkaian proses strategis yang dibangun sebagai wahana untuk berdiskusi dalam mengakomodir usulan-usulan pembangunan baik dari tingkat kabupaten hingga nasional.
“Musyawarah perancangan pembangunan ini merupakan rangkayan proses strategis yang dibangun sebagai wahana untuk berdiskusi, melakukanntukar pikiran dan pendapat antara pemangku kepentingan baik itu pemerintah, akademisi, swasta, maupun masyarakat yang menjadi momentum penting untuk mengakomodir usulan-usulan pembangunan dari kabupaten sampai tinggkat nasional,” jelas Ridwan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…