Categories: FEATURES

Dilematis, Ingin Bangun Rumah Sendiri Tapi Terbentur Rencana Penataan Pemerintah

Melihat Aktifitas Warga Korban Kebakaran Pasca Masa Tanggap Darurat Berakhir

Hampir tiga minggu masa tanggap darurat, sejak kebakaran melanda kawasan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Senin (31/8), kini warga korban kebakaran harus mulai bangkit menata hidup.  Lantas, seperti apa aktivitas dan kehidupan para korban setelah kehilangan tempat tinggal?

Laporan: Karolus Daot _ Jayapura

Terik matahari menyengat kawasan bekas kebakaran di Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, siang itu. Suasana yang biasanya ramai oleh aktivitas warga kini terasa jauh lebih tenang.

  Air laut di sekitar kawasan tersebut masih tampak hitam pekat. Tumpukan arang dan sisa puing rumah yang terbakar masih berserakan di sejumlah titik. Tiang-tiang penyangga rumah warga yang berada di permukaan air laut masih berdiri, sebagian lainnya telah hilang setelah dilalap api dalam kebakaran pada akhir agustus lalu.

   Namun, di tengah hamparan puing itu, perlahan muncul tanda-tanda kehidupan baru.

Sejumlah warga mulai kembali ke lokasi untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran dan membangun tempat tinggal sementara.

   Ukurannya sederhana, rata-rata sekitar 3×4 meter. Tidak ada bangunan permanen. Hanya kerangka kayu dan dinding seadanya yang menjadi harapan baru bagi keluarga yang kehilangan rumah.

   Di antara warga yang mulai membangun kembali tempat tinggalnya adalah Bakran.

Tubuhnya dibasahi keringat. Di hadapannya terdapat secangkir kopi dan sebungkus rokok. Pria bertubuh kekar itu duduk santai di teras sebuah bangunan kecil yang sebelumnya hanya digunakan sebagai garasi motor.

   Kini, garasi itu menjadi rumah sementara bagi Bakran dan istrinya. Rumah mereka, bersama tiga rumah milik anak-anaknya, ludes dalam kebakaran. Karena bangunan garasi tersebut tidak ikut terbakar, Bakran kemudian menyulapnya menjadi tempat tinggal sementara sembari menunggu kepastian pembangunan rumah baru.

  “Kebetulan kemarin lokasi ini tidak terkena kebakaran, jadi sementara saya bangun pondok dulu agar cucu-cucu saya bisa tinggal di sini,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (23/9)

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

21 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

22 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

1 day ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

1 day ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

1 day ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

1 day ago