Categories: FEATURES

Gaya Tulisannya Berlawanan dengan Garis dalam Kertas

dan seni di Kabupaten Jepara. Kartini aktif mengabarkan perkembangan kerajinan ukir. Mulai dari pesanan, desain, hingga pengiriman karya ke luar negeri.

Ia bahkan menjadi jembatan bagi karya perempuan Jepara untuk tampil di pameran internasional, seperti di Den Haag (1898), Batavia (1902), hingga Osaka (1903). ”Di situ terlihat jelas, Kartini tidak hanya berpikir, tapi juga bergerak,” jelas Susi. Susi menegaskan, Kartini kerap disalahpahami sekadar sebagai tokoh emansipasi perempuan. Padahal, menurutnya Kartini adalah pejuang kemerdekaan dalam arti yang lebih luas.

”Ia membangun fondasi nasionalisme melalui pendidikan. Saat itu masyarakat benar-benar dalam kegelapan. Satu kabupaten mungkin hanya punya tiga sampai lima sekolah untuk puluhan ribu orang,” jelasnya. Dalam kondisi itulah, gagasan Kartini tentang pendidikan menjadi sangat revolusioner. Termasuk ayahnya, Raden Mas Adipati Sosroningrat yang bahkan menulis memorandum kepada pemerintah kolonial. Mendorong pendirian sekolah keterampilan bagi warga pribumi.Pemikiran ini, kemudian beririsan dengan kebijakan pendidikan yang berkembang pada masa berikutnya. Termasuk sekolah Volkschool.

Semangat kritis Kartini juga tampak dalam pandangannya tentang agama. Dalam salah satu surat kepada Stella, ia mempertanyakan praktik menghafal Alquran tanpa memahami maknanya. Kritik itu kemudian membawanya berguru kepada Kiai Sholeh Darat, yang dikenal menerjemahkan ajaran agama ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami; Arab pegon Jawa. ”Itu menunjukkan Kartini punya nalar analisis yang kuat. Ia haus akan ilmu,” tuturnya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

2 days ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

2 days ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

2 days ago

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata 

  Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…

2 days ago

Dipicu Masalah Asmara, Dua Kelompok Warga di Merauke Saling Serang

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…

2 days ago

Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…

2 days ago