Categories: FEATURES

Penjual Peyek Menangis Kaos Dari Presiden Diambil Orang

Mereka yang Berhadapan Langsung Dengan Presiden Joko Widodo

Cara blusukan Presiden Joko Widodo ke pasar – pasar kembali memberi cerita. Para pedagang di Pasar Yotefa mengaku bahagia bisa bertemu langsung dengan presiden. Penjual peyek bernama Masrifah salah satunya.

Laporan: Abdel Gamel Naser – Jayapura

Jadwal penyerahan bantuan dari presiden kepada para pedagang di Pasar Yotefa memang sempat molor. Presiden Joko Widodo cukup lama berada di gedung Papua Youth Creative Hub. Hampir 2 jam lamanya. Meski demikian  rasa penasaran para pedagang terbayar setelah presiden menghabiskan waktu hampir 1 jam sambil membagikan bingkisan kepada pedagang.

   Selama ini diakui pejabat paling tingggi yang pernah datang ke pasar ini hanyalah seorang wali kota dan baru kali ini presiden turun langsung. Perasaan bangga, haru akhirnya bercampur satu oleh para pedagang karena bisa melihat dari dekat sosok sang presiden.

  Di sini presiden dan rombongan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Yudo Margono, dan Plh. Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun tiba sekira pukul 12.05 WIT dan langsung turun di los tengah pasar.

  Akses jalan di pasar juga ditata lebih rapi setelah bertahun – tahun penuh kubangan yang tak nyaman. Saat itu presiden mengenakan kaos berwarna coklat dan langsung menyapa warga. Di saat presiden bergeser, maka bergeser pula warga yang penuh desak-desakan itu. Bahkan sampai ada beberapa lapak  pedagang yang patah karena diinjak puluhan pasang kaki.

  Salah satu pedagang yang beruntung  bertemu dengan presiden adalah Masrifah. Pedagang peyek keliling ini sampai terharu bisa bersalaman dengan presiden.  Ia malah sempat menangis saat bertemu orang nomor satu di Indonesia ini. Itu terjadi saat presiden masuk ke lorong – lorong di Pasar Yotefa untuk sekedar menyapa maupun membagikan bingkisan.

   Masrifah sendiri entah mengapa ia bisa berdiri paling depan dari jejeran warga yang lain dan ketika presiden turun dari mobil iapun ikut melambaikan tangan sambil meneriaki nama pak presiden. Tak lama presiden mendekat dan memberikan sebuah kaos kepada wanita berusia 60 tahun itu.

   Hanya sayangnya kaos yang diberikan tersebut dirampas oleh orang di belakangnya. Tak lama presiden kembali membuka satu ikatan bal kaos berwarna hitam dan disitulah Masrifah langsung merebut dari tangan presiden. Hasilnya ia berhasil mendapatkan 3 kaos sekaligus.

   “Sempat kecewa karena kaos pertama saya diambil lagi sama orang lain, tapi pas pak presiden kasih keluar lagi, makanya saya langsung tarik dan peluk erat erat, jangan sampai diambil orang lagi,” ceritanya di Pasar Yotefa, Selasa (21/3).

   Ia juga disalami Jokowi. “Ya Allah tangan beliau halus sekali dan saya sampai menangis bisa bersalaman dengan pak presiden. Tidak pernah bermimpi sebelumnya,” imbuhnya.

Iapun memamerkan kaosnya tersebut dengan berdiri di depan mobil Indonesia 1 yang merupakan mobil yang akan digunakan presiden menuju Arso Kabupaten Keerom. “Yang jelas senang sekali bisa dapat kaos, bisa melihat langsung dan bersalaman,” tutupnya.

   Cerita lain disampaikan salah satu penjual noken di Pasar Yotefa. Ia  mengaku kaget karena lapaknya yang berada di dalam lorong tengah Pasar Yotefa dihampiri oleh Presiden Joko Widodo.

   Pasalnya lorong tersebut sempit dan jarang dilewati seorang pejabat. Ia kaget karena tiba – tiba presiden berhenti persis di depan daganganya, noken.  Disini presiden langsung duduk merendah persis di hadapan noken. “Senang sekali karena bisa langsung ketemu. Tadi  memang presiden tidak sempat membeli nokennya, tapi kami sempat berbincang – bincang,” jelas wanita paro baya tersebut.

  Hanya saat diwawancarai ia enggan menyebut namanya. Meski tak sempat membeli nokennya, ia mengaku senang karena sebelum kedatangan presiden ia diberi amplop yang tertulis bantuan kemasyarakatan Presiden Joko Widodo. Ia juga tak mau menyebut berapa isi amplop tadi.

   “Itu berkat, berapapun dikasih kami harus syukuri. Beliau menyapa kami saja itu sudah senang sekali,” akunya. Menurut pedagang lain yang juga menerima amplop, isi amplop tersebut berjumlah Rp 1,2 juta.

  “Kami hanya berharap presiden berikutnya bisa seperti Jokowi. Yang mau turun melihat rakyatnya dan berbincang – bincang seperti ini,” jelas La Hamu salah satu penjual pinang.  Iapun berharap presiden berikutnya bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik. “Yah tidak banyak, bisa lebih baik saja,” tutupnya. (*/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: jokowiBOKS

Recent Posts

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

24 hours ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

1 day ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

1 day ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

1 day ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

1 day ago

KNPI Harus Kerja Nyata dan Beri Manfaat Pada Masyarakat

  Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…

1 day ago