Selain itu, berdirinya bangunan fasilitas umum berskala besar di wilayah Konya, seperti RSUP Kemenkes ini turut mengurangi area resapan alami tanah, sehingga volume air permukaan yang masuk ke kali semakin melonjak.
Melihat kondisi ini BWS Papua, berharap kerjasama semua pihak, terutama pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, gereja, pemuda dan stackolder hingga masyarakat agar pembangunan tersebut nantinya dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan.
“Kami berharap kerjasama semua pihak dalam pembangunan itu nantinya agar dapat berjalan dengan lancar. Sehingga saluran-saluran air yang ada akan dikembalikan semula,”pungkasnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Barang yang diamankan berupa 10 ban baru, 10 velg, 5 tromol, baut, serta nut. Nilai…
Menurutnya, anggapan bahwa BBM yang datang langsung habis dalam satu hari tidak sepenuhnya benar. Penyaluran…
Langkah tegas tersebut menyasar jalur masuk pesisir guna menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat…
Persoalan tanah adat kembali mencuat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Gerbang Kantor Dinas Pekerjaan Umum…
Laporan yang masuk ke kepolisian tidak lagi sekadar gangguan ketertiban biasa, melainkan ancaman fisik…