Bagi Aris, momen tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Ada rasa sedang menyaksikan sejarah yang ditulis perlahan di atas kanvas. “Itu pengalaman yang mungkin baru akan terasa nilainya puluhan tahun ke depan,” ungkapnya. Kini, karya itu telah melampaui ruang asalnya. Dikenal luas, dikenang, bahkan menjadi referensi visual bagi banyak orang. Sementara pelukisnya tetap sederhana. “Wis ngelukis ae apa yang saya rasakan,” kata Badrie. (hn)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurut Sandra beberapa poin krusial yang menjadi beban pikiran masyarakat Papua saat ini, di antaranya:…
Berbeda dengan aksi massa mahasiswa sebelumnya pada, Senin 27 April 2026 lalu, ruas Waena-Abepura sempat…
Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan fogging hanya efektif jika digunakan sesuai prosedur. Kesalahan…
Pemerintah Kota Jayapura mendorong pengelola ritel modern untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,…
emerintah Kota Jayapura melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kegiatan masyarakat…
Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…