Bagi Aris, momen tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Ada rasa sedang menyaksikan sejarah yang ditulis perlahan di atas kanvas. “Itu pengalaman yang mungkin baru akan terasa nilainya puluhan tahun ke depan,” ungkapnya. Kini, karya itu telah melampaui ruang asalnya. Dikenal luas, dikenang, bahkan menjadi referensi visual bagi banyak orang. Sementara pelukisnya tetap sederhana. “Wis ngelukis ae apa yang saya rasakan,” kata Badrie. (hn)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menjelang pelaksanaan Sidang Badan Pekerja Lengkap (BPL) Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pusat Tahun 2026…
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kembali menggelar High Level Meeting dan Capacity Building TPID Kabupaten Biak…
Bupati Markus O. Mansnembra, SH.,MM mengajak semua pihak menyatukan komitmen untuk memastikan semua anak di…
Bupati Markus O. Mansnembra, SH.,MM mengajak semua pihak memperkuat gerakan bersama untuk melakukan penanganan stunting…
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Simon, masyarakat menilai setelah membayar retribusi sampah, pelayanan pengelolaan sampah juga harus semakin…