Categories: FEATURES

Kaget Saat Lukisan Baru 50 Persen, Rhoma Irama Langsung Datang

Namun proses kali ini justru lebih panjang. Referensi foto yang diberikan dinilai kurang ideal, terutama dari sisi pencahayaan. “Mungkin bagi dia, itu foto pas ganteng-gantengnya. Tapi kan tidak semua potret bagus jika dilukis,” kata Badrie. Ia pun berburu alternatif. Dari majalah hingga arsip visual, termasuk referensi dari publikasi Asian Week.

“Cari referensi itu seperti berburu. Harus dapat yang pas,” katanya. Masalah lain muncul pada latar belakang. Gagasan awal menghadirkan penonton dalam jumlah besar dirasa tidak selaras dengan posisi figur utama. Komposisi terasa janggal. Solusi akhirnya datang belakangan dengan menghadirkan Soneta Femina, penari latar sebagai kontras visual. Sosok yang lembut ditempatkan di belakang figur utama yang garang.

Konsep itu tidak lahir cepat. Lukisan bahkan sempat tertunda selama bertahun-tahun. “Bukan teknis yang sulit, tapi konsepnya,” ujarnya.Di tengah semua itu, Badrie tetap memilih berdiri di tempat yang sama. Di kampung, di tengah masyarakat. Gang Wolu Artspace bukan sekadar ruang pamer, melainkan ruang hidup. Anak-anak bermain, warga keluar masuk, dan seni hadir tanpa jarak.

“Saya ini orang yang terlibat di masyarakat. Makanya tempat ini bukan Omah Badrie atau Galeri Badrie. Saya pakai nama gang. Karena Ini ruang bersama,” katanya. Pembina Forsa Pasuruan Raya Aris Ubaidillah melihat lukisan tersebut bukan sekadar karya seni. Melainkan bagian dari memori kolektif penggemar dangdut.

“Lukisan itu bukan hanya menggambarkan sosok Rhoma Irama, tetapi juga merekam spirit zamannya. Ada jiwa perjuangan, ada identitas musik, dan itu terasa sampai sekarang,” ujar Aris. Kesan itu semakin kuat ketika berkesempatan berkunjung langsung ke Gang Wolu Artspace. Di ruang sederhana yang jauh dari kesan megah, proses kreatif masih berlangsung. Di sanalah Aris menyaksikan Badrie tengah menuntaskan lukisan kedua Rhoma Irama dalam pose “action” di atas panggung.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

1 day ago

Presiden Panggil Menhan, Panglima, Kapolri hingga Kepala BIN ke Hambalang

Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…

1 day ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

1 day ago

Kabar Duka Haji 2026: Total Korban Meninggal Jemaah RI Jadi 7 Orang

Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…

1 day ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

1 day ago

Bermula Khawatir Susah Bimbingan dan ”Dibantai” saat Sidang

Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…

1 day ago