Categories: FEATURES

Rela Kehilangan Masa Sekolah demi Harumkan Bangsa

Ia sering membaur dan berlatih bersama komunitas skateboardnya yang ada di Solo. Menariknya ia membeli sebuah papan skateboard bekas dengan harga Rp 5000 yang kemudian membuatnya berkonsentrasi penuh di olahraga ini. Jauh sebelum ia mendapat apresiasi dari pelatih Malaysia dan Thailand di Bangkok, Basral adalah bocah yang hanya bisa meniru gerakan YouTube di depan rumahnya di Klipan, Colomadu.

“Dulu papan pertama itu beli di pasar, murah sekali. Baru pas ulang tahun, Bapak beliin papan bekas tapi roda dan besinya baru,” kenang Basral mengenai masa-masa ia harus berbagi satu papan dengan sang kakak. Latihan kerasnya di jalanan Karanganyar sempat mengundang ejekan. Saat duduk di kelas 4 SD, sepatu Warrior hitam putihnya bolong-bolong akibat gesekan papan setiap hari.

“Woi, sepatunya bolong!” kenang Basral menirukan ejekan teman-temannya. Namun, luka di hati itu ia ubah menjadi energi. Kini, emas di lehernya menjadi jawaban telak atas segala cemoohan masa lalu. Keberhasilan Basral adalah buah dari kasih sayang luar biasa sang ayah, Suranto, 55. Di masa kecil Basral, Suranto rela memboncengkan anaknya menempuh perjalanan Solo-Jogja seminggu sekali hanya untuk mencari skatepark yang layak. Mereka sering pulang menembus dini hari, dan Basral harus tetap masuk sekolah meski kelelahan.

Dukungan sang ayah bahkan melampaui urusan teknis. Saat pihak sekolah sempat mengancam tidak menaikkan kelas karena Basral memilih fokus Pelatnas SEA Games 2019, Suranto-lah yang pasang badan. “Waktu itu saya yang maju. Saya bela anak saya,” tegas Suranto. Basral pun kini menempuh pendidikan jalur Paket C demi mengejar karier profesionalnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Marak Penipuan Loker Catut Nama Freeport

​Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…

2 days ago

141 WNI Jalani Proses Hukum di Papua Nugini

Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…

2 days ago

Vaksin Campak Dipastikan Tersedia, Papua Selatan Siapkan Imunisasi Massal Tangani KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…

2 days ago

Kejagung Beberkan 12 Kasus Besar

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…

2 days ago

Proses Penjemputan Ternyata Tak Mudah

Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…

3 days ago

PBB Sebut Israel Sengaja Menargetkan Anak-anak di Gaza

Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…

3 days ago