Categories: FEATURES

Angkat Isu Cycloop dan Danau Sentani, Masuk 10 Besar dari 300 Lebih Sekolah

Melihat Prestasi SMAN 7 Jayapura di Ajang  Program Sekolah Berketahanan Iklim

SMA Negeri 7 Kota Jayapura berhasil menorehkan prestasi gemilang di level nasional. Setelah sekolah tersebut terpilih menjadi satu-satunya lembaga pendidikan menengah di Tanah Papua masuk dalam 10 besar dari 300-an sekolah di seluruh Indonesia yang ikut dalam  Program Sekolah Berketahanan iklim Tingkat Regional Asia Tenggara.

Laporan: Robert Mboik-Jayapura

SMA Negeri 7 Kota Jayapura mungkin masih sangat asing di telinga masyarakat Kota Jayapura. Itu tidaklah heran, sebab sekolah itu baru saja diresmikan statusnya menjadi sekolah negeri dari sebelumnya merupakan dua sekolah swasta yaitu SMA PGRI dan SMA Korpri.

  Sekolah ini terletak di Distrik Heram,  Kota Jayapura. Sekolah ini juga tidak banyak dikenal, karena memang sejak didirikan, sekolah ini berstatus swasta, selain itu, siswa-siswi yang mendaftar di sekolah itu, terbilang cukup minim.

   Tahun ini adalah tahun pertama sekolah itu menyandang status negeri, dan akan menerima peserta didik baru. Karena itu, seluruh guru dan pegawai di sekolah itu, kini sedang berjuang keras agar sekolah itu, menjadi salah satu sekolah yang berprestasi. Karena itu salah satu upaya yang dilakukan adalah sekolah itu terus membenahi diri dengan  berinovasi. Hal itulah yang mulai dikembangkan oleh para guru dan siswa di sekolah itu.

   Plt. Kepala SMA Negeri 7 Kota Jayapura, Parjan menuturkan, keberadaan sekolah itu tidak boleh kalah dengan sekolah lainnya. Sehingga ketika ada ajang perlombaan yang digelar, pihaknya selalu  memotivasi untuk mencoba peruntungan untuk berkompetisi. Salah satu ajang bergengsi yang baru mulai dilakukan misalnya, ketika sekolah itu mengikuti ajang Program Sekolah Berketahanan iklim Tingkat Regional Asia Tenggara belum lama ini.

    Kegiatan itu dimulai Pada tanggal 28 April-04 Mei 2024, Tim SMAN 7 Jayapura yang diwakili oleh Plt.Kepala Sekolah Parjan, S.Pd., M.Pd, Yayan Sofyan, S. Pd., MS. dan Merry Bonay, S.Pd.Gr yang mana ketiganya adalah mantan guru dari SMA PGRI Jayapura,  mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Agent of Change South east Asia Climate Change Education Program (SEA-CEP) yang diselenggarakan oleh SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) di Bandung, Jawa Barat. Program SEA CEP sendiri adalah salah satu program unggulan dari SEAQIS.

   Ini merupakan rangkaian kegiatan program pendidikan Perubahan Iklim untuk sekolah-sekolah di Asia Tenggara yang merupakan kawasan gedung SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS).

“Mengapa Pendidikan untuk Perubahan Iklim diperlukan? Hal ini sangat urgent mengingat dampak perubahan iklim sangat terasa saat ini,” ujar Parjan, Jumat (17/5).

   Karena itu, sebagai upaya untuk mendukung implementasi pembelajaran,  terkait perubahan iklim yang mendukung pendidikan lingkungan hidup untuk pembangunan yang berkelanjutan, yang tertuang pada Sustainable Development Goals (SDGs), SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) mengembangkan Southeast Asia Climate Change Education Programme (SEA-CEP).    

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

15 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

16 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

16 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

17 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

17 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

18 hours ago