Categories: FEATURES

Sempat Dijuluki Kandang Hewan, Tapi Kini Jadi Primadona

Perjuangan Panjang SD Inpres Gurabesi Mendidik Generasi Muda Papua

Sekolah dasar menjadi sarana dalam pembentukan karakter anak sejak dini. Dengan penuh keterbatasan, SD Inpres Gurabesi terus berupaya memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak didiknya. Lantas seperti apa perjuangan yang selama ini dilakukan di SD Inprres Gurabesi di Distrik Jayapura Utara ini?

Laporan: Karolus Daot_Jayapura

Di tengah hiruk-pikuk Kota Jayapura, berdiri sebuah sekolah yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang perjuangan pendidikan  dalam membentuk generasi penerus di Papua. Terletak di kawasan padat penduduk, tepatnya di Kompleks Kloofkamp, Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, terdapat sekolah SDN Inpres Gurabesi.

  Sekolah ini membuktikan bahwa dedikasi dan tekad mampu mengatasi segala tantangan, bahkan di tengah keterbatasan. SD Inpres Gurabesi ini didirikan pada tahun 1981 oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura (sekarang Kota Jayapura). Awalnya, sekolah ini hanya memiliki sebuah bangunan satu atap yang multifungsi, menggabungkan ruang kelas, kantor, dan perpustakaan.

   Saat itu, Kepala Sekolah pertamanya, almarhumah Ny. Mintarsih, memimpin dari 1981 hingga 1983, dilanjutkan  oleh almarhum Wafumilena hingga 1997. Kemudian, tongkat kepemimpinan beralih kepada almarhum Hamokwarong 1997-2010, Dorkas Waimuri 2010-2016, dan kini Magdalena Samba, yang melanjutkan estafet sejak 2016.

  Sejak awal berdirinya, SD Inpres Gurabesi menghadapi banyak tantangan. Salah satu yang paling menantang adalah kurangnya pagar yang memadai, sehingga sekolah dijuluki “kandang hewan” karena sering dimasuki hewan peliharaan warga. Meskipun demikian, para guru tidak menyerah. Mereka tetap berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

2 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

2 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

2 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

3 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

3 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

3 days ago