Categories: FEATURES

Solusi Efektif Pembelajaran di Tengah Kekayaan Budaya dan Tantangan Geografis

Mengintip Model Pembelajaran Berbasis Kontekstual Papua Karya Dosen FKIP Uncen

Universitas Cenderawasih (Uncen) sebagai universitas tertua yang lahir di Tanah Papua,  tidak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi harus mampu berkontribusi nyata dalam memecahkan permasalahan dan mengembangkan potensi Papua. Salah satunya lewat penelitian yang hasilnya dibukukan untuk kepentingan banyak orang.

Laporan: Agung Tri Handono_Jayapura

Dies Natalis ke-62  Universitas Cenderawasih (Uncen) ini yang jatuh 10 November 2024, puncaknya dirayakan pada Senin (11/11) pekan lalu. Dies Natalis ini mengangkat tema “Harmoni Sosial Budaya dan Ipteks Universitas Cendrawasih Menuju Badan Layanan Umum (BLU)”.    

  Makna besar dari tema tersebut, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan Universitas Cenderawasih dapat menjadi pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

   Dalam usia 62 tahun ini, Uncen telah memasuki fase baru sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU).  Rektor Uncen, Oscar Oswald Wambrauw berharap dengan status PTN-BLU, Civitas Akademika Uncen harus memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

   “Uncen memiliki tanggung jawab untuk menjawab kebutuhan serta aspirasi masyarakat Papua. Penelitian dan pengabdian harus lebih berfokus pada potensi-potensi lokal, isu lingkungan, budaya, serta pemberdayaan masyarakat.” ungkapnya saat puncak acara Dies Natalis Uncen di Auditorium Uncen, Senin (11/12).

   Oleh karena itu, para dosen Uncen diharapkan mempunyai inovasi yang dapat  memberikan kontribusi kepada masyarakat di Papua berdasarkan hasil penelitian yang dibukukan untuk kepentingan masyarakat banyak di Papua.

   Bukti nyata atas harapan Rektor Uncen Oscar Wambrauw ini, dijawab langsung dengan satu karya berupa buku yang ditulis dari para dosen FKIP Uncen yang dilaunching pada acara Dies Natalis Uncen. Yakni buku berjudul “Inovasi PBL dan PjBL (Berbasis Kontekstual Papua)”.

  Buku setebal 135 halaman ini ditulis oleh Dr. Indah Slamet Budiarti, MPd.(Kaprodi Pendidikan Fisika) berkolaborasi dengan Dr Yan Dirk Wabiser, MHum (Dekan FKIP Uncen) dan Dr Aleda Mawene, MPd. (Dosen di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Uncen).

   “Penulisan buku ini merupakan hasil dari perjalanan panjang dalam memahami dan mengaplikasikan model pembelajaran yang efektif, terutama dalam konteks pendidikan di Papua.” ungkap Dr. Indah Budiarti yang juga Sekretaris di Prodi Manajemen Pendidikan Dasar (MPDr) FKIP  Uncen ini.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Karantina Papua Tolak 14 Ton Daging Ayam dari Surabaya

Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…

1 day ago

Di Gudang Arang, 2 Kelompok Warga Kembali Saling Serang

Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…

1 day ago

Buka Peluang Investor Asing Garap Perikanan Papua

Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…

1 day ago

Penyelundupan 925,38 Gram Ganja dari Distrik Tangma Digagalkan

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…

1 day ago

Setahun Kepemimpinan Gubernur, Komnas HAM Sampaikan Catatan HAM

Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…

1 day ago

Bupati Biak Pimpin Rombongan “Belajar” Pariwisata ke Raja Ampat

Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…

1 day ago