

Suasana di halaman SLB Negeri 1 Jayapura, anak-anak berkebutuhan khusus sementara bermain sembari menunggu jemputan, Rabu (16/7). (foto: Jimi/Cepos)
Bangun Kesadaran Orang Tua yang Punya Anak Berkebutuhan Khusus
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bukanlah satu hal yang harus ditutup-tutupi dengan tetap tinggal dalama rumah. Justru anak yang punya “keunikan” ini perlu untuk didorong mendapatkan perhatian dan pendidikan formal yang layak, agar bisa mandiri. Bukan tidak mungkin, mereka nanti justru memiliki kelebihan dibanding yang normal.
Laporan: Jimianus Karlodi _ Jayapura
Pendidikan adalah hak semua anak tanpa terkecuali. Setiap dari mereka memiliki “keunikan” masing-masing. Namun, untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) pendidikan sering kali menghadirkan tantangan tersendiri yang membutuhkan perhatian, pendekatan, dan dukungan khusus.
Anak-anak berkebutuhan khusus, meliputi mereka yang memiliki kondisi fisik, mental, intelektual, atau emosional tertentu. Mereka membutuhkan sistem pendidikan yang inklusif dan dukungan yang memadai, agar mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus bukan hanya soal menyediakan akses, tetapi juga memastikan bahwa mereka memperoleh kesempatan yang setara untuk mencapai keberhasilan akademik, sosial, dan emosional.
Tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beberapa orang yang melabelkan anak berkebutuhan khusus sebagai sosok yang tidak berdaya dan perlu dikasihani bahkan aib keluarga. Hal inilah yang menjadikan anak berkebutuhan khusus sering dikucilkan pada lingkungan sekitarnya.
Stereotip atau pelabelan semacam ini perlu dihapus. Bahkan kalau bisa disingkirkan. Beberapa dari kita tahu, awalnya ABK diharuskan untuk bersekolah di sekolah khusus seperti Sekolah Luar Biasa (SLB). Dengan pendidikan yang layak diharapkan bisa mendorong kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus ini.
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…