Categories: FEATURES

Turun Gunung Pakai Lampu HP Hingga Kelupaan Jika Sedang Berpuasa

“Ada banyak cerita menarik yang kami dapat. Mulai dari kegiatan pertama ternyata kami dipalak oleh orang mabuk. Dimintai duit dan saat itu ada juga yang membawa alat tajam. Kami menganggap Pasar Pharaa  tidak nyaman karena banyak orang mabuk,” jelas Rahmatullah, koordinator kegiatan dari Rumah Bakau Jayapura, Minggu (16/2).

Selain tidak nyaman, banyak pedagang merasa aneh dengan adanya kelompok anak muda yang masuk ke lorong-lorong sambil memungut sampah dan semua tanpa dibayar. “Daerah parkiran juga banyak. Biasa penumpang menunggu berangkat mereka makan minum dan sampahnya dibuang begitu saja,” beber Rahmatullah.

Pria yang keseharian bekerja sebagai guru di Tanjung Ria ini menyampaikan bahwa dari kegiatan pertama meski memberi kesan kurang nyaman namun semua berjalan lancar dan lokasi kedua mengambil tempat di Taman Kota, Pasar Lama Sentani. Lokasi ini dulunya menjadi tempat berolahraga. Bahkan dulunya ada tempat untuk voli pasir. Namun karena tak terawat akhirnya tempat yang biasa dijadikan tempat main anak-anak sekolah itu kini nampak kotor.

“Disini kami menemukan ratusan botol minuman keras termasuk ada juga ganja siap edar. Agak disayangkan juga karena lokasinya berada di  halaman masjid dan di belakang pos polisi. Tempat yang seharusnya nyaman dan aman malah justru berubah menjadi tempat yang terkesan rawan,” bebernya. Kata Rahmatullah, untuk Taman Kota ini jika dikelola atau dijaga dan dibersihkan maka bisa menjadi satu lokasi interaksi sosial yang baik sesama warga.

“Tapi saat ini bisa dibilang agak rawan,” tambahnya.

Dilokasi ketiga yakni di kawasan Pegunungan Cycloop dimana puluhan relawan nekad naik meski belum pernah mendaki. Dalam perjalanan ada juga yang tak kuat menanjak sehingga beberapa kali harus terhenti untuk memulihkan tenaga. Tim yang sebagian besar wanita ini juga tak menolak ketika ditawari untuk naik hingga ke air terjun.

Meski melewati bebatuan yang curam ditambah harus masuk dicelah-celah batu namun semua bisa dilakukan. Disini para relawan kebersihan berhasil mengumpulkan sampah hampir 100 Kg.

“Padahal setahu kami Cycloop adalah kawasan konservasi yang jika ingin masuk harus mengantongi Surat Ijin Memasuki Kawasan Konservasi (Simaksi) namun ternyata banyak juga sampahnya,” sambung Rahmatullah.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Tantangan Makin Kompleks, Harus Jadi Lulusan yang Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing

    Capaian ini menjadi momentum penting yang menandai lahirnya generasi baru akademisi dan profesional…

1 day ago

Nakes, Guru, dan Kepala Distrik Jila Dievakuasi

Bupati Mimika Johannes Rettob membenarkan bahwa seluruh aparatur pelayanan dasar telah ditarik ke ibu kota…

1 day ago

Serapan Anggaran Tinggi, Harus Berdampak Nyata bagi OAP

  Kelompok Khusus menilai pidato pengantar pemerintah daerah masih lebih banyak menjelaskan kinerja keuangan secara…

1 day ago

WNA Videokan Demo KNPB Dipastikan Bukan Jurnalis

Pria tersebut diyakini berada di Jayawijaya untuk kepentingan wisata atau menonton event Festival Budaya Lembah…

1 day ago

Pemkot Biayai 15 Calon Mahasiswa OAP Port Numbay Studi ke Unhas

  Abisai mengatakan, kesempatan yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para mahasiswa…

1 day ago

Tekan Kemiskinan, OPD dan Jajaran  Harus Perkuat Kolaborasi

  Rakor tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka…

1 day ago