Categories: FEATURES

Lebih Tertib Tak Sekumuh Dulu Lagi, Diharapkan jadi “Muara Angke”nya Jayapura

Melihat Penataan Kawasan PPI Hamadi Pasca Penertiban Pemprov Papua 

PPI Hamadi mulai ditata usai Bapenda Papua melakukan penertiban pada 1 Maret lalu, tak ada lagi penjual sayur, jajanan atau pecah belah di sekitar lokasi. Lantas seperti apa lokasi PPI Hamadi saat ini ?

Laporan:  Elfira_Jayapura

Tak ada lagi pedagang sayur, penjual es, penjual jajanan dan penjual lainnya di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi usai Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Papua melakukan penertiban, termasuk menertibkan pungutan retribusi sejak 1 Maret 2025.

Bapenda Provinsi Papua bersama instansi terkait saat melakukan penarikan retribusi parkir di pintu keluar PPI Hamadi, Selasa (11/3). (foto:Elfira/Cepos)

   Saat ini, yang tersisa di PPI Hamadi yang berlokasi di Distrik Jayapura Selatan adalah penjualan ikan, produksi ikan, bongkar muat ikan. Sedangkan penjual bumbu, sayuran dan alat pecah belah telah kembali berjualan di Pasar Sentral Hamadi.

   Selain itu, jika dulu pengendara roda dua membayar karcis masuk Rp 2.000 hingga 3.000, kini cukup membayar Rp 1.000. Dengan lokasi parkiran yang sudah luas dan sedikit tertata setelah ditertibkan.

  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Iman Djuniawal menyebut upaya yang dilakukan saat ini dalam rangka PPI menjalankan fungsinya sebagai UPT Dinas Kelautan Perikanan untuk penyumbang PAD.

  Sebagaimana kata Iman, PAD Provinsi Papua yang memiliki sembilan kabupaten/kota mengalami penurunan setelah terjadinya Daerah Otonomi Baru (DOB). Karena itu, upaya yang dilakukan Pemda untuk menggali potensi peningkatan PAD dengan memaksimalkan aset yang ada, salah satunya adalah PPI Hamadi.

  “Harus ada upaya yang dilakukan pemerintah untuk menggali potensi perikanan salah satu sumber PAD yang ada di Papua. Dan Pemda menugaskan Dinas Perikanan Papua untuk mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan melalui UPT-nya, tidak hanya melalui pelabuhan perikanan melainkan juga dari balai-balai pengembangan budidaya,” terang mantan Pj Bupati Sarmi ini.

  PPI Hamadi, yang mulai beroperasi sejak Tahun 2000 ini sudah terdeteksi memiliki beberapa potensi pendapatan yang disebabkan oleh aktivitas yang terjadi di PPI Hamadi. Dan ada beberapa potensi yang bisa digali kata Iman, salah satunya adalah parkiran kendaraan bermotor, pemasukan melalui sewa lahan atau los penjualan.

   “Tidak hanya itu, ada beberapa potensi lain yang bisa jadi pemasukan dan sudah berjalan hingga saat ini adalah potensi penyewaan tempat, ABS, pabrik es yang sudah berlangsung dan dilaksanakan oleh pihak ketiga,” bebernya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kogabwilhan Klaim Lumpuhkan Sejumlah Tokoh TPNPB-OPM

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…

16 hours ago

Sinyal Revisi Aturan Dana Otsus Menguat di Forum Papua

Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…

1 day ago

Massa Kedua Kelompok Terus berdatangan ke Wamena

Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…

1 day ago

Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kerusuhan di Stadion LE

Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…

1 day ago

Tuntut Keadilan, IPMADO Beberkan Sejumlah Pelanggaran di Dogiyai

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…

1 day ago

Pengunjung Beralih ke Kafe Pantai Holtekamp, Pemkot Cari Solusi Untuk Benahi

Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…

1 day ago