Categories: FEATURES

Sempat Berhenti Karena Pandemi, Kini Mulai Aktif Layani Pesanan 

Melihat Muatan Lokal Budidaya Jamur Tiram di SMA Muhammadiyah Abepura

SMA Muhammadiyah, Abepura, Jayapura, memiliki program muatan lokal (Mulok) yang berbeda dengan sekolah lain, yakni budidaya Jamur Tiram. Mulok budidaya jamur tiram ini  sudah berjalan beberapa tahun. Lantas bagaimana perkembangannya saat ini?

Laporan: Priyadi_Jayapura

SMA Muhammadiyah Abepura, Kota Jayapura, memiliki program muatan lokal pengembangan budidaya jamur tiram putih, yang telah dilakukan beberapa tahun ini. Selain sebagai Mulok bagi peserta didik, budidaya jamur Tiram juga menghasilkan pundi-pundi uang bagi sekolah itu.

   Sebab, budidaya jamur tiram jika sudah panen bisa dijual ke pedagang sayur, maupun masyarakat  langsung. Bahkan, sampai sekarang juga banyak yang pesan, hingga harus menunggu karena masih dalam masa pembibitan untuk beberapa minggu kedepan baru bisa dipanen.

  Ditemui   Cenderawasih Pos, Jumat (9/12) lalu, guru biologi sekaligus pengelola budidaya jamur tiram  SMA Muhammadiyah Abepura,  Wati mengatakan, sejatinya budidaya jamur tiram hanya untuk pelajaran muatan lokal saja bagi siswa di sekolah ini. Namun ternyata prospeknya bagus, banyak yang mencari untuk dikonsumsi karena banyak manfaatnya untuk kesehatan dan jika dimasak juga lezat.

   Selain itu, dalam melakukan budidaya jamur tiram juga mudah hanya membutuhkan limbah serbuk kayu gergaji jenis matoa putih, bekatul dan garam khusus untuk tanaman, Dolomite pengatur Ph serta kantong plastik bening ukuran 2 kg dan pengikat saja.

  Kemudian semua bahan dicampur jadi satu dengan takaran yang telah ditentukan, bahan dimasukan ke dalam kantong plastik bening ukuran 2 kg berbentuk bulat hingga penuh lalu di atasnya diikat dan sedikit diberikan celah atau lubang untuk tumbuh jamur. Untuk bisa keluar menjadi jamur tiram dibutuhkan waktu 2 bulan menunggunya, jika sudah tumbuh jamur tiram bisa dipanen selama 5 bulan.

 Kata Wati selain menjual jamur tiram, ia juga menerima penjualan bibit pembuatan media jamur tiram yang dijual dalam 1 baglog nya Rp 10 ribu. Menurutnya, karena banyak yang pesan sehingga mereka membantu membuatnya dari pada masyarakat repot membuatnya dan cara penyimpanan juga mudah tidak perlu repot yang penting terhindar dari cahaya matahari secara langsung.

“Kita bisa buat bibit jamur Tiram sampai ribuan dan banyak yang memesan juga, jika panen sudah banyak pedagang sayur di pasar yang membeli termasuk masyarakat yang tahu, manfaat jamur tiram sendiri baik untuk kesehatan karena bisa menjaga imunitas tubuh, mengontrol kadar gula darah, kaya oksidan, menurunkan resiko kanker, meningkatkan kesehatan kognitif dan lainnya,’’ucapnya.

   Selain itu, jika dimasak juga enak karena teksturnya yang lembut dan halus. Termasuk jika mau dibuat keripik jamur juga bisa karena jamur tiram banyak manfaat jika diolah.  Diakui, Wati saat ini pihaknya juga sedang melakukan pembibitan dan masih menunggu masa panen, karena sudah berjalan beberapa minggu sehingga stok jamur tiram yang dijual ke pedagang belum ada. Termasuk ada juga yang sudah pesan bibit.

  Selain sebagai pelajaran Mulok ada juga dari Dinas di lingkungan Pemprov Papua yang datang untuk memberikan pelatihan ke sana supaya kelompok masyarakat yang dilatih dinas terkait ini bisa mencontoh dan mengembangkannya.

  Menurutnya, usaha budidaya jamur tiram resiko gagal itu kecil, yang penting tahu mengatur suhu tempatnya. Jangan sampai bibit mudah berjamur dan tetap diperhatikan kualitas bahan yang digunakan, jangan sampai banyak kayu yang mengandung getah, harus kayu yang mudah diolah.

  “Kendala memang kami tidak ada, hanya saja pada saat pandemi kami tidak jalankan budidaya jamur dan ini baru kita jalankan kembali karena memang kami masih fokusnya budidaya jamur untuk pelajaran muatan lokal siswa,’’terangnya.

 Menurutnya,  dalam usaha budidaya jamur tidak memerlukan modal besar, bahan mudah ditemukan, dan tidak butuh tempat yang luas. Kuncinya harus sabar dan telaten menunggu masa, dimana pembibitan hingga panen selama 2 bulan harus benar-benar diperhatikan, setelah itu nanti bisa panen jamur tiram selama 5 bulan. Dan potensi permintaan jamur tiram juga masih tinggi di Kota Jayapura. (*/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BOKS

Recent Posts

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

18 hours ago

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

22 hours ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

1 day ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

1 day ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

1 day ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

1 day ago