Di tengah dinamika ini, pelaku pariwisata Papua berharap agar pemerintah dan pihak maskapai dapat mencari solusi terkait tingginya harga penerbangan ke Papua.
“Potensi pariwisata Papua sangat besar. Jika kendala akses ini bisa diatasi, bukan tidak mungkin Papua akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang diminati oleh wisatawan domestik maupun internasional,” ujar Hermin Setyowati, selaku Asisten Deputi Pengembangan SDM Parekraf Kemenko Marves RI.
Diakui Hermin Setyowati, dirinya bahkan kesulitan mendapatkan penerbangan dari Jakarta-Biak untuk menghadiri kegiatan Diskusi Tematik Pariwisata yang digelar oleh Dinas Pariwisata Biak Numfor dalam lanjutan kegiatan STC 2024.
Diakui kondisi politik saat ini memang STC digelar tidak terlalu megah. Namun diharapkan tidak mengurangi esensi STC itu sendiri. Namun, ouput dari STC ini diharapkan dapat berkembang dari tahun ke tahun.
Terlepas dari itu semua. Akankah Papua berhasil keluar dari keterbatasan akses dan menjadi destinasi wisata yang lebih terbuka untuk semua kalangan, baik lokal maupun internasional? Ini adalah tantangan yang harus dijawab dalam pengembangan pariwisata di masa mendatang. (*/wen).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…