Categories: FEATURES

Jadi Kawasan Kerja Bersama, Ribuan Koleksi Arkeologis Papua Pindah ke Cibinong

   Erlin menambahkan alasan benda bersejarah itu dipindahkan ke Cibinong, Jawa Barat,  tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk penyimpan, tetapi juga sebagai tempat pusat riset arkeologi bagi semua orang. Karena itu,  masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengunjungi dan menempuh ilmu di daerah itu. Ia menyebut kebijakan itu dilakukan oleh BRIN Pusat, sementara itu, ia bersama rekan-rekan hanya sebagai pelaksana di lapangan.

   “Alasan lain adalah perawatan, sehingga benda-benda arkeologi yang ada di sini tidak ada perawatannya, jadi semua perawatan akan terkonsentrasi di satu tempat. Kami hanya sebagai pelaksana di lapangan, kalau ingin lebih jauh untuk mengetahuinya bisa hubungi pengambil kebijakan di Jakarta,” terangnya.

   Untuk pemindahan tersebut, Erlin sampaikan bahwa sudah masuk dalam program kegiatan BRIN. Untuk Papua akan dijadwalkan pada bulan Desember 2024 mendatang dan beberapa wilayah lainnya telah melakukan hal itu seperti di KKE Gedong kuning Yogyakarta, Laboratorium Arkeologi Gunung Sewu, Pacitan Jawa Timur, Laboratorium Arkeologi  Plawangan Rembang Jawa Tengah.

  Selain itu,  Laboratorium Arkeologi Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, PKB Palembang, Sumatera Selatan, PKB Denpasar, Penyimpanan Artefak Gianyar dan Gilimanuk, Bali, Tempat Penyimpanan Artefak Ruteng, Manggarai Flores, NTT, KKB Medan, Sumatera Utara, Laboratorium Arkeologi Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, KKB Banjarbaru Kalimantan Selatan, KKB Makassar, Sulawesi Selatan, KKB Manado, Sulawesi Utara, KKB Ambon dan Pulau Banda, Maluku serta KKB Jayapura, Papua yang di Jadwalkan BRIN diangkut pada 16 Desember 2024.

   Lebih lanjut Erlin sampaikan bahwa, terkait dengan rencana pemindahan semua koleksi benda-benda arkeologi Papua ke Cibinong itu. Tidak sedikit masyarakat Papua dari berbagai lapisan yang menolak dengan rencanan BRIN tersebut. Di satu sisi ia tidak bisa menolak dengan itu, karena yang mengambil kebijakan ada di pusat.

   Ia mengaku, Itu merupakan posisi sulit pihaknya di daerah. Di lain sisi tidak tega apabila rencana itu nantinya akan terjadi. Tetapi mau bagaimana lagi, semua keputusan ada di BRIN pusat. Ia berharap peran pemerintah dan lembaga terkait untuk sama-sama mencari solusi. Erlin menyebut BRIN akan membuka pintu bagi dinas dan lembaga terkait dan juga masyarakat untuk berdialog atau berdiskusi bersama untuk mencari jalan keluar.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: PAPUABRIN

Recent Posts

SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional 

  Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

2 days ago

LAN: Pahami Akar Persoalan, Baru Buat Program!

   Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…

2 days ago

Tak Kunjung Direnovasi, Warga Dok IX Tagih Janji Mendagri

  “Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…

2 days ago

Cegah Penyakit Jantung, Aktifkan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…

2 days ago

Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

   Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…

2 days ago

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

2 days ago