Kilitus menyebut sekarang kembali ke masyarakat, membutuhkan keadilan, dialog atau pendekatan militer. “Lalu soal isu HAM solusinya adalah dialog dan dialog ini harus menghadirkan menghadirkan pihak-pihak yang berkonflik semisal ULMWP,” tegasnya.
Sementara Dina Maria Danomira dari Komunitas Papua Trada Sampah mengaku ia sempat terpengaruh kedua orang tuanya yang memilih tidak mencoblos. Itu lantaran setiap memilih ternyata tidak memenuhi ekspektasi yang diharapkan. Hanya saja, kata Dina, tahun ini dirinya berfikir tetap harus memilih untuk menentukan sikap agar tidak meloloskan paslon yang dianggap tidak layak.
Ia juga tak ingin jika tak memilih malah suaranya disalahgunakan. Hanya disini Dina menyatakan sikap bahwa penting melihat track record agar tak mengetahui apa saja yang sudah dilakukan selama ini. Untuk Dina sendiri dirinya lebih memilih pemimpin atau paslon yang pro lingkungan.
“Setelah mempelajari dan melihat debat ini, saya rasa kita perlu mendorong pemimpin yang pro lingkungan. Ini juga nantinya akan berbicara soal kesejahteraan social,” tambahnya. Ia mengajak untuk tetap menyalurkan hak suara dan kalaupun tidak ada paslon yang sesuai maka tetap mendatangi TPS namun menunjukkan tidak memilih siapapun.
“Kalau tidak ada yang pas saya pikir hak suara digunakan saja. Coblos dua orang agak dianggap tidak sah ketimbang tidak digunakan dan akhirnya suara tidak terpakai ini justru digunakan untuk memenangkan paslon tertentu. Kita sendiri yang rugi,” sarannya. “Jangan sampai suara kita justru diperjualbelikan karena tidak mau ke TPS,” wantinya.
Ia juga mencatat bahwa Indonesia sebagai salah satu penghasil sampah terbesar masih buruk dalam manajemen pengelolaan. “Kami juga agak kecewa karena Indonesia sebagai negara kelima penghasil sampah terbesar di dunia tapi tidak disinggung sedikitpun jadi kami berharap anak muda mau berpikir kritis sebelum menentukan pilihan,” tutupnya. (*/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…