Categories: FEATURES

Dinilai Banyak Jasanya, Dorong Gelar Pahlawan Bagi Sosok Ramses Ohee

Catatan Korem 172/PWY Terkait Sosok Pejuang di Papua

10 November menjadi moment mengenang perjuangan para pahlawan. Papua bukan tak memiliki sosok pejuang nasional. Ada nama Frans Kaisiepo, Johannes Abraham Dimara, Marthen Indey, Silas Papare. Ramses Ohee sedang diajukan masuk dalam daftar tersebut.

Laporan: Abdel Gamel Naser – Jayapura

Ingatan untuk mengenal dan mengetahui para pejuang tempo dulu harus dikembalikan. Tak bisa dipungkiri jika era millennial atau Gen Z saat ini sudah banyak yang tidak lagi hafal soal siapa saja sosok pejuang di Indonesia.

  Jangankan Indonesia, pejuang asal Papua yang diakui secara nasional juga belum tentu diingat. Sebuah PR bagi orang tua, maupun tenaga pengajar dan pemerintah untuk bisa mengajak generasi muda saat ini, agar tetap mengetahui siapa sosok dan apa saja perjuangan yang dilakukan ketika itu.

   Sementara bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November Kamis kemarin, Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring  melakukan ziarah ke makam salah satu tokoh Pejuang Pepera, Ramses Ohee di Waena Kampung, Distrik Heram, Kota Jayapura. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang memang memberi makna bagi kehidupan saat ini.

Ziarah Danrem kali ini didampingi sejumlah kerabat dari almarhum Ramses Ohee. Saat tiba di  pusara, Danrem langsung berdoa dan memberikan penghormatan. J.O sembiring berlutut dan menundukkan kepala memberikan rasa hormat tersebut. Danrem menganggap almarhum sebagai orang tua, senior, guru dan teman berdiskusi.

  “Beliau banyak memberikan pencerahan kepada saya dan teman-teman yang bertugas di Papua terkait dengan sejarah Papua, dan yang saya liat adalah semangat beliau bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan serta untuk membangun tanah Papua yang begitu besar,” kata J.O Sembiring dalam rilisnya, Jumat (11/11).

  Ia  melihat semangat dan komitmen almarhum semasa hidup itulah yang patut diteladani. J.O pun berpendapat bahwa pria yang sebelum meninggal menjabat sebagai anggota DPR Papua ini layak diusulkan sebagai sosok pahlawan dari Papua.  Usulan ini bukan tanpa alasan mengingat bagaimana selama hidupnya, Ramses Ohee yang juga seorang Ondofolo atau kepala suku di Port Numbay yang komitmennya membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terbantahkan.

  Bahkan, sebagai wujud kecintaannya terhadap NKRI, Ramses mendirikan organisasi yang diberi nama Barisan Merah Putih (BMP) yang berperan aktif memberikan dukungan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara di Papua. Tak hanya itu, Ramses Ohee ini  anak dari Korano atau Kepala Kampung Asey Besar Distrik Sentani, Poroe Ohee dan sang ibu Orpa Pallo Yochu yang lebih dikenal sebagai tokoh pejuang Pepera 1969.

  Orang tua dari Ramses telah banyak merasakan asam garam, pahitnya hidup dari zaman penjajahan, perjuangan, orde lama, orde baru, hingga kini masuk zaman reformasi. Danrem teringat bahwa Ramses Ohee juga bercerita, bahwa ayahnya Poroe Ohee merupakan salah satu dari tiga pemuda Papua yang terlibat dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 bersama dengan Orpa Palo dari Sentani Jayapura dan Aitai Karubaba dari Ambai Serui.

  “Jadi saat deklarasi sumpah pemuda itu ada juga wakil dari Papua, jadi jangan katakan bahwa Sumpah Pemuda hanya diikuti atau dilakukan oleh para pemuda dari wilayah barat saja karena wakil Papua ketika itu ikut hadir, dialah orang tua dari almarhum ini,” bebernya.

   Ketika itu kehadiran orang tua almarhum berdasar rujukan surat dari Kesultanan Tidore. Hal ini juga sesuai dengan surat-surat yang ada di rumah beliau. Ketiga pemuda Papua tersebut, kala itu bergabung bersama Jong Ambon.

  Dan untuk mengenang salah satu pelaku sejarah Sumpah Pemuda, TNI membangunkan tugu untuk mengabadikan nama Aitai Karubaba di Kampung Rondepi Pulau Urfarari, Distrik Kepulauan Ambai, Serui. Bahkan lanjut Danrem, sejarah mencatat bahwa upaya untuk menghadirkan adanya pengangkatan keanggotaan DPRP yang berasal dari Orang Asli Papua adalah lewat perjuangan  yang dipimpin Ondoafi Ramses Ohee.

  “Beliau ikut memperjuangkan hingga lahirnya 14 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua dari jalur pengangkatan otonomi khusus (Otsus),” tuturnya.

   Danrem menganggap bahwa sosok almarhum adalah tauladan yang memiliki prinsip dan tekad. Apa yang dilakukan Ramses selama hidup memberi warna baru untuk sebuah perjuangan. “Beliau sosok pejuang sejak Pepera dulu dan kami tidak meragukan upaya beliau dalam menjaga kedaulatan dan bingkai NKRI melalui caranya. Kami banyak belajar  dari cara beliau mempertahankan komitmennya,”  sambung Danrem.

  Sosok Ramses juga dikenal teguh dengan pendiriannya. Memiliki komitmen dan tidak mundur untuk kalimat negara kesatuan.  “Untuk itu, nama Ramses Ohee layak dimasukkan sebagai daftar pahlawan,” tegasnya lagi.

   Disinggung terkait prosedur pengusulan ini, Danrem mengatakan tentunya harus melibatkan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Jadi bukan dari diri sendiri, tetapi harus melibatkan pemerintah daerah sedangkan TNI dalam hal ini Kodam Cenderawasih akan mendukung hal tersebut.

  Sementara itu, Pengurus Dewan Presidium Masyarakat Adat Tabi Provinsi Papua, Ismael Isack Assa Mebri mencatat soal sosok almarhum semasa hidup. Ia menyebut Ramses sebagai orang yang rendah hati dan mengayomi semua orang.

  “Yang salah selalu diperbaiki dan berjuang untuk kesejahteraan dan kedamaian orang banyak. Hatinya mulia,” kenang Ondofolo Hebeybhulu Yoka Kota Jayapura ini. Isack menyampaikan, Ramses Ohee selalu terbuka dan menerima siapa pun yang ingin menemuinya.

  Bahkan, setiap orang yang menemuinya selalu diberi nasihat dan solusi.  Ramses Ohee adalah sosok yang selalu memberi wejangan dan nasehat. Isack menyatakan, sosok Ramses Ohee merupakan seorang pejuang yang patut diteladani karena selalu konsisten dalam perkataan dan perbuatannya sehari-hari selama hidupnya. “Beliau  sosok yang memiliki komitmen dan konsisten dalam perjuangannya,” imbuhnya. (*)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BOKS

Recent Posts

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

10 hours ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

11 hours ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

11 hours ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

12 hours ago

Rupiah Bakal Perkasa Lagi! Bos BI Siapkan 7 Jurus Maut

Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…

12 hours ago

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…

13 hours ago