

Jasa Ekspedisi di tanjakan Ale-ale Padang Bulan terlihat bersebelahan, suasana tampak sepi meski di hari kerja, Selasa (10/3). (FOTO:Jimi/Cepos)
Pengelola Jasa Ekspedisi Menyikapi Kiriman Barang Terlarang di Kota Jayapura
Pengiriman paket berbahaya terutama narkotika dan obat terlarang melalui ekspedisi semakin marak terjadi di Kota Jayapura. Karena itu, jasa ekspedisi diminta harus berhati-hati ketika menerima paket.
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur laut, yakni lewat Pelabuhan Jayapura. Namun belangkangan ini, para pelaku mengalihkan modus penyelundupan dengan mengunakan jasa ekspedisi atau pengiriman paket barang.
Terbukti beberapa kasus penyelundupan Narkotika jenis ganja lewat jasa ekspedisi ini terungkap aparat. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial, dimana aparat berhasil membekuk pelaku penyelundupan ganja lewat salah satu jasa ekspedisi.
Terkait dengan beberapa kasus penyeludupan barang terlarang ini, pihak aparat minta pengelola jasa ekspedisi untuk lebih selektif dalam memeriksa barang yang dikirim. Bila ada yang mencurigakan diminta untuk melapor ke aparat.
Menyikapi hal ini, Admin Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Padang Bulan, Awaludin mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah pemerintah terutama aparat penegakan hukum dalam hal ini Polresta Jayapura Kota hingga Polda Papua untuk memberantas peredaran narkoba di Kota Jayapura maupun Papua pada umumnya.
Meskipun tidak memiliki alat khusus untuk mendeteksi paket terlarang yang masuk maupun keluar dari pelanggan. Kantor JNE cabang Padang Bulan melakukan pemeriksaan secara manual dengan membuka paket kiriman dari customer. Langkah ini diambil ketika pihak JNE setelah menganalisa terlebih dahulu terhadap paket yang mencurigakan.
“Kita periksa secara manual dengan membuka paketnya kemudian dipacking lagi, meski tidak 100 persen tepat, tapi ini cara kita untuk mengantisipasi peredaran barang terlarang di Kota Jayapura. Tidak semua kita periksa, paling yang mencurigakan seperti alamat tidak jelas, nama paket tidak sesuai berat, isi dan lainnya, itu yang kita cek,” kata Awaludin kepada Cenderawasih Pos, Selasa (10/3).
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…