Categories: FEATURES

Pasir Timbul Munculkan Kesan Magis, Banyak Spot Foto Iconik di Kawasan Wisata

   Para pemandu lokal telah siap memberikan penjelasan mengenai destinasi yang akan dikunjungi, termasuk aturan adat yang harus dijaga. Sebab, beberapa lokasi di Raja Ampat masih memiliki nilai sakral. Seperti, pengunjung dilarang berbicara kasar, membuang sampah sembarangan, atau bertindak seenaknya. Pelanggaran dapat dikenai sanksi oleh pemilik hak ulayat. Semua itu dilakukan demi menjaga kelestarian dan keindahan kawasan wisata yang menjadi kebanggaan dunia tersebut.

   Rombongan pertama bergerak menuju destinasi pertama, Pasir Timbul. Dari penuturan pemandu lokal Basri, Pasir timbul Raja Ampat ini merupakan fenomena alam yang muncul saat laut surut. “Kenapa dinamakan pasir timbul karena. Sesuai namanya, hamparan pasir putih ini hanya muncul ketika air laut surut, seolah-olah membentuk pulau kecil di tengah birunya lautan,” tutur Basri.

  Saat pasir muncul, wisatawan dapat berjalan di atas hamparan pasir putih bersih sambil menikmati pemandangan laut biru toska yang jernih. Waktu terbaik mengunjungi Pasir Timbul biasanya saat pagi, atau saat air surut berada pada titik terendah.

   Bagi pengunjung, tempat ini menjadi lokasi favorit untuk berfoto, bermain air, atau sekadar menikmati ketenangan. Keindahannya semakin memukau saat dilihat dari udara, memperlihatkan kontras pasir putih yang mengapung di tengah lautan biru.

  Meski sederhana, Pasir Timbul menghadirkan kesan magis. Ia muncul dan menghilang mengikuti irama alam, mengingatkan bahwa keindahan tak selalu hadir setiap waktu tetapi justru itulah yang membuatnya begitu istimewa.

  Puas menikmati indahnya Pasir Timbul, rombongan melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya. Rute kali ini memakan waktu sekitar dua jam dan cukup menantang. Arus dan ombak yang kuat dan berlawanan arah, menimbulkan kepanikan kecil.

  Berkat pengalaman motoris, perjalanan tetap aman dan rombongan merasa tenang. Meski begitu beberapa  jurnalis mengaku sempat merasakan gejala mabuk laut. Perutnya sakit dan ada yang sempat muntah, karena tidak kuat dengan gelombang air laut yang mengoyang kapal cepat selama perjalanan.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkot Jayapura Alokasikan Rp32,5 Miliar untuk THR dan TPP ASN

Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk TPP ASN sebesar Rp7,5 miliar, sementara THR mencapai Rp25…

10 hours ago

Bawaslu Papua Laporkan Dana PSU ke Gubernur

Ketua Bawaslu Papua, Hardin Halidin mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pengawas pemilu atas…

11 hours ago

Pengoperasian Rumah Singgah Mulai Dipersiapkan

Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut disiapkan sebagai tempat…

12 hours ago

Evaluasi Tim, Persipura Lakukan Rangkaian Ujicoba

Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengaku puas dengan etos kerja anak asuhnya. Menurutnya, pemusatan latihan…

12 hours ago

Wali Kota Minta PT AMJ Beri Kebijakan Khusus Bagi Pelanggan Tidak Mampu

Karena itu, menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi fokus utama perusahaan daerah tersebut. “Air bersih…

13 hours ago

Angkasa Pura Bentuk Posko Angkutan Udara

General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer…

13 hours ago