Categories: FEATURES

Biaya Pendakian Bisa Lebih Rp 100 Juta, “Serangan” Kerap Muncul Tanpa Diduga

Dibalik Cerita Sulitnya Melakukan Pendakian ke Puncak Cartenz Pyramid

Meninggalnya dua pendaki senior, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono saat menuruni Puncak Cartenz Piramyd pada 1 Maret lalu masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pendaki. Apa saja cerita dibalik pendakian atap Indonesia ini

Laporan : Dhian Harnia Patrawati-Abdel Gamel Naser

Heikopter yang membawa jenasah Lilie Wijayati dan Elsa Laksono menjadi gambaran yang mewakili bahwa memang tak mudah untuk melakukan pendakian ke Puncak Cartenz Pyramid. Meski memiliki segudang pengalaman dan peralatan yang mumpuni,  rasanya hal itu  belum cukup.

Cartenz berbeda dengan pegunungan lain yang ada di Indonesia.  Apalagi jika hanya bermodal tekad menaklukkan seven summit. Bahkan pendaki handal sekalipun paling tidak  harus melakukan persiapan paling tidak 5 hingga 6 bulan. Fisik harus dipastikan matang. Pendakian ke Puncak Cartenz bukanlah hal yang mudah. Tantangan yang dihadapi pendaki sangat berat, terutama karena cuaca di puncak yang sangat tidak menentu.

Cuaca dapat berubah drastis dalam waktu singkat, dengan hujan, salju, dan angin kencang yang tiba-tiba datang. Bayangkan saja dengan kondisi tubuh kedinginan, kelelahan masih harus dihantam dengan badai. Selain kuat mendaki, para pendaki juga harus mahir melakukan pendakian menggunakan tali.

Puncak Cartenz menyimpan keindahan alam yang menakjubkan terlebih gletser Carstensz yang menjadi daya tarik utama. Gletser ini merupakan satu-satunya gletser tropis yang ada di Indonesia dan menjadi salah satu dari sedikit gletser yang tersisa di dunia. Namun, para pendaki harus menyadari bahwa keindahan ini datang dengan risiko yang cukup besar.

Cuaca yang cepat berubah dapat menyebabkan kondisi berbahaya, dan pendaki harus selalu siap menghadapi situasi darurat. Plan A dan plan B harus disiapkan untuk mengantisipasi situasi yang tidak menguntungkan. “Yang jelas banyak yang menjadikan kejadian kemarin (Lilie dan Elsa sebagai bahan renungan. Kami ikut berduka atas insiden ini,” kata Ferdinan, salah satu pendaki senior melalui ponselnya Kamis (6/3).

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Recent Posts

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

2 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

8 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

9 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

10 hours ago

Anggaran Pembangunan Gedung KMP Diduga ‘Disunat’

“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…

19 hours ago

Pidato Megawati Soroti Hukum Tak Adil hingga Mental Bangsa Melemah

Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…

20 hours ago