Categories: FEATURES

Berawal dari Kegagalan, Kini Nala Indonesia Tea Malah Mendunia

Cerita Ratih Anggun Perdhani dari Teh Repacking hingga Ekspor Eropa

Tak banyak yang mengetahui, kesuksesan Nala Indonesia Tea berawal dari kegagalan. Tapi sekali lagi itulah tekad untuk tidak menyerah. Menunggu beberapa tahun dan akhirnya produk tehnya kini mendunia.

Laporan:Lutfi Hanafi

Pada awal 2018, Ratih Anggun Perdhani hanya menjual teh dengan konsep repacking standar. Tanpa identitas, tanpa cerita, dan tanpa diferensiasi, produk tersebut kurang mendapat sambutan pasar. Berangkat dari rumahnya di Jl. Yos Sudarso Gg. Citarum RT 005 RW 004, Proyonanggan Utara, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Ratih mulai menyadari bahwa persoalan bukan pada kualitas teh Batang, melainkan pada cara produk itu dihadirkan ke publik.

“Tehnya bagus, tapi dijual apa adanya. Tidak ada nilai tambah,” ujarnya saat ditemui, Senin (29/12/2025).Ratih merupakan anak pertama dari pasangan Amat Djudie dan Rim Suwantari. Bersama sang adik, Id’ha Nur Widhiasih, ia kemudian memutuskan mengubah arah usaha secara total—dari sekadar menjual, menjadi mengolah, meracik, dan memberi jiwa pada teh lokal Batang.

Ide meracik teh muncul dari kegemaran pribadi Ratih terhadap teh dan kesadarannya bahwa teh merupakan minuman yang menyehatkan. Dari situ, ia mulai bereksperimen meracik teh yang tidak hanya enak diminum, tetapi juga memberi manfaat bagi tubuh.“Jenis teh yang kami racik memang manfaatnya berbeda-beda. Ada teh untuk relaksasi, detoks, diet, hingga kebugaran tubuh,” jelas Ratih.

Untuk menjaga keaslian rasa dan manfaat, Nala Indonesia Tea memanfaatkan berbagai bahan lokal, antara lain pandan, sereh, lemon, mint, dan bunga telang, yang digunakan sebagai campuran dalam racikan teh artisan. Dalam memperluas pemasaran, Ratih menargetkan Semarang sebagai kota utama. Pilihan itu bukan tanpa alasan.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago