Categories: FEATURES

Nggam Bu, Pesona Air Biru yang Dijaga Masyarakat Adat

Nggam Bu mulai diperkenalkan sebagai destinasi wisata pada 2024. Saat itu, daya tarik utamanya adalah wisata menyusuri sungai menggunakan rakit bambu yang dibuat secara tradisional.

Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, April 2025 pengelola membuka kawasan tersebut sebagai lokasi wisata air. Pengunjung mulai berdatangan untuk berenang, menikmati kejernihan sungai, atau sekadar bersantai di tepian air.

Popularitas Nggam Bu terus meningkat sejak Mei 2026. Kini, wisatawan tidak hanya datang dari Jayapura, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Yogyakarta dan Bogor. Bahkan, sejumlah wisatawan mancanegara, termasuk dari Amerika Serikat, pernah menikmati suasana alami di kawasan tersebut.

Menurutnya, sebagian memilih menginap dengan berkemah, sementara yang lain cukup menikmati pengalaman menaiki rakit bambu atau bermain air bersama keluarga. Selain panorama alamnya, Nggam Bu juga menyimpan cerita yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut kisah para tetua kampung, kawasan itu dahulu pernah menjadi lokasi peperangan antarsuku. Darah yang tertumpah dalam peristiwa tersebut dipercaya menjadi bagian dari cerita asal-usul Kali Biru.

“Masyarakat juga meyakini air Nggam Bu memiliki khasiat bagi kesehatan. Tidak sedikit warga yang datang untuk mandi dengan keyakinan dapat membantu memulihkan kondisi tubuh,” katanya.

Simon menerangkan, keunggulan lain Nggam Bu terletak pada karakter sungainya. Airnya relatif tenang, tidak terlalu dalam, dan memiliki bentangan yang lebih luas dibandingkan Kali Biru yang lebih dulu dikenal.

Untuk menikmati wisata ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp20 ribu. Tarif tersebut sudah termasuk biaya parkir serta penggunaan fasilitas seperti tempat duduk dan toilet. Sementara penyewaan ban pelampung dan rakit bambu dikenakan biaya tambahan.

“Kami juga menawarkan sejumlah paket wisata, mulai dari berkemah, jelajah hutan, wisata rakit bambu hingga pengamatan burung cenderawasih di habitat alaminya,” ujarnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Tegas! Bupati Keerom Copot Kepala Kampung yang Terjerat Utang Rentenir

Sanksi tegas ini diberlakukan menyusul adanya insiden penagihan paksa oleh para oknum rentenir kepada kepala…

12 hours ago

Diklat Paskibraka 2026 Diharapkan Ajanb Pembentukan Karakter Generasi Muda

"Pendidikan dan pelatihan Paskibraka bukan sekadar proses mempersiapkan petugas pengibar Bendera Merah Putih pada upacara…

13 hours ago

Golkar Perkuat Mesin Partai hingga Tingkat Kampung

   Ketua DPD II Partai Golkar Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, mengatakan Musyawarah Distrik merupakan…

14 hours ago

Tim Kuasa Hukum LB Tegaskan Putusan Praperadilan Bukan Pembenaran Mutlak Penyidikan

Penegasan tersebut disampaikan dalam siaran pers yang dikeluarkan ARKR Law Office & Associates sebagai respons…

14 hours ago

Perkuat Karakter, 614 Siswa Baru SMAN 4 Jayapura Ikuti PTA

   Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan…

15 hours ago

Ekspedisi Patriot Siap Bangun Potensi Lokal di Kawasan Transmigrasi Keerom

Ekspedisi Patriot merupakan program kerjasama Undip dengan Pemerintah Kabupaten Keerom yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi…

15 hours ago