“Kami tra (tidak) apa-apa harus naik speed kecil begini dan bayar lebih. Yang penting kapal besar ini su (sudah) bisa singgah di Waropen. Dulu kami setengah mati kalau mau keluar daerah. Sekarang, kami punya harapan baru,” ujar Mama Abner dengan suara bergetar menahan haru. Masyarakat Waropen menyimpan secercah harapan besar di balik riak ombak Waren.
Mereka sangat bersyukur kapal ini hadir, namun di saat yang sama, ada kerinduan mendalam agar suatu hari nanti, Dermaga Waren bisa diperpanjang. Mereka mendambakan hari di mana KM Dorolonda tidak lagi perlu bersembunyi malu, melepas dan menarik jangkar di lepas pantai, melainkan dapat bersandar megah tepat di depan ‘rumah’ mereka membawa kemajuan yang utuh bagi Negeri Seribu Bakau ini.
“Tong tra (tidak) tuntut banyak, hanya rindu lihat ini kapal besar bisa ikat tali langsung di dermaga Waren. Kalau dermaga su jadi bagus, Waropen ini pasti maju sama seperti daerah lain, dan tong tra perlu taruh nyawa di laut lagi tiap kali mau bepergian,” tutup seorang tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan riuhnya prosesi turun penumpang. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ia menegaskan, salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pemerintah pusat adalah kemampuan pemerintah daerah…
Menurut Fakhiri, seluruh kebutuhan dapur MBG ke depan harus dipasok dari hasil pertanian, perikanan, dan…
Menurut Andry, pertumbuhan ekonomi Papua saat ini menunjukkan penguatan aktivitas domestik yang semakin baik. Dari…
Penarikan retribusi parkir di kawasan Pasar Otonom Youtefa yang dilakukan hingga malam, bahkan dini hari…
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura optimistis menjadi pusat rujukan layanan kesehatan di kawasan Pasifik…
Rencana Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, untuk membentuk staf khusus adat yang melibatkan para…