“Kami tra (tidak) apa-apa harus naik speed kecil begini dan bayar lebih. Yang penting kapal besar ini su (sudah) bisa singgah di Waropen. Dulu kami setengah mati kalau mau keluar daerah. Sekarang, kami punya harapan baru,” ujar Mama Abner dengan suara bergetar menahan haru. Masyarakat Waropen menyimpan secercah harapan besar di balik riak ombak Waren.
Mereka sangat bersyukur kapal ini hadir, namun di saat yang sama, ada kerinduan mendalam agar suatu hari nanti, Dermaga Waren bisa diperpanjang. Mereka mendambakan hari di mana KM Dorolonda tidak lagi perlu bersembunyi malu, melepas dan menarik jangkar di lepas pantai, melainkan dapat bersandar megah tepat di depan ‘rumah’ mereka membawa kemajuan yang utuh bagi Negeri Seribu Bakau ini.
“Tong tra (tidak) tuntut banyak, hanya rindu lihat ini kapal besar bisa ikat tali langsung di dermaga Waren. Kalau dermaga su jadi bagus, Waropen ini pasti maju sama seperti daerah lain, dan tong tra perlu taruh nyawa di laut lagi tiap kali mau bepergian,” tutup seorang tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan riuhnya prosesi turun penumpang. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…
Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…
Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengonfirmasi penghentian sementara arus lalu lintas darat tersebut…