Categories: FEATURES

Pernah Terlibat Operasi Penumpasan Teroris Poso, Siap Ambil Tindakan Tegas Terukur

Bagi Kompol Paulus, seragam yang ia kenakan bukan sekadar simbol, melainkan sebuah komitmen untuk hadir di tengah situasi paling genting. Kini, dengan segudang pengalaman yang telah ia lalui, Kompol Paulus Hilapok memilih untuk mengabdikan diri sebagai Kapolsek Abepura. Pengalaman belasan tahun di garis depan Brimob membentuk karakternya sebagai sosok pemimpin yang tegas, namun tetap memahami pentingnya pendekatan humanis dalam melayani masyarakat di Jayapura.

Ketegasannya ini nampak terlihat di dalam ruang kerjanya yang tenang, Kompol Paulus duduk dengan sikap tegap, sebuah cerminan dari disiplin panjang yang telah ia tempa selama bertahun-tahun. Di sekelilingnya, foto-foto yang dipajang menceritakan babak-babak penting dalam perjalanan hidupnya sebagai abdi negara. Lahir dari keluarga yang tergolong berada, bapaknya seorang pensiunan polisi di Wamena tidak membuatnya menyombongkan diri. Hal ini terlihat, setelah tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Wamena, pria kelahiran 1989 itu tidak langsung ikut seleksi penerimaan anggota polisi, namun ia lebih memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Setelah menyandang gelar sarjana Strata l (SI) dari salah satu perguruan tinggi di pulau Jawa pada 2012 silam, anak bungsu dari lima bersaudara itu kemudian mencoba mengikuti seleksi penerimaan di kepolisian, alhasil dirinya pun dinyatakan lolos yang kemudian gabung dengan Korps Brimob Polri sejak, 2013-2025 (November).

Kurang lebih empat bulan, terhitung dari November 2025 hingga Februari, Kompol Paul bertugas di Mako Brimob Polda Papua di Sub Detasemen Gegana, yang kemudian pindah ke Merauke menjabat sebagai Wadanyon B Merauke. Di periode yang sama, ia dipercaya menjalankan operasi Damai Cartenz di Timika, Yahukimo dan di beberapa wilayah lainnya.

“Rencana kedepannya saya akan merangkul semua pihak dari berbagai latar belakang, mulai dari; tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, hingga mahasiswa agar kerukunan antar warga di wilayah Abepura tetap terjalin dengan baik,” kata Kompol Paul dengan optimis.

Terkenal dengan rendah hati namun tegas, Kapolsek dengan pangkat kompol itu mengatakan bahwa pihaknya tetap mengambil tindakan tegas dan terukur apa bila ada tindakan atau perbuatan dari kelompok tertentu yang dapat merugikan masyarakat setempat. Hal ini ia sampaikan mengingat wilayah Abepura adalah wilayah yang terkenal dengan tingkat keriminalitas tinggi, serta daerah pusat pergerakan massa aksi demonstrasi oleh berbagai aliansi masyarakat hingga mahasiswa.

“Ketika situasi di lapangan, apapun ceritanya jika mengarah ke tindakan keriminal maka tindakan tegas dan terukur pun diberikan, sesuai dengan undang-undang yang berlaku, namun kita tetap mengedepankan tindakan humanis dan represif,” jawab Kompol Paulus ketika ditanya dalam menghadapi aksi demonstrasi di wilayah Abepura.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Komisi V DPRP Awasi Program Pace Mace Gubernur

  "Pengawasan tersebut dilakukan agar seluruh program berjalan sesuai sasaran, tepat waktu, dan benar-benar memberikan…

8 hours ago

Menanti Magis Paketan Alfredo dan Andri

Ini bukan kali pertama Alfredo dan Andri bekerjasama. Keduanya bahkan sudah sama-sama sudah menjadi pelatih…

8 hours ago

BPKAD Pastikan Penataan Aset Kendaraan Makin Tertib

   Kepala BPKAD Kota Jayapura, Desy Wanggai, mengatakan secara umum pengelolaan aset kendaraan di lingkungan…

9 hours ago

Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Sementara suplay air yang diharapkan dari Sungai Maro belum dapat dilakukan secara optimal dikarena  saluran…

9 hours ago

Pelatihan Pencaker Segera Dibuka, OAP Jadi Prioritas

  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Jimmy A.Y. Thesia, mengatakan seluruh…

10 hours ago

Sebelum Diserahkan SK, Pemkab Jayawijaya Kumpulkan 800 CASN

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan dalam pelaksanaan pengecekan CASN yang berjumlah 800 orang…

10 hours ago