

Prof. Dr. Julius Ary Mollet, (foto:Jimi/Cepos)
Akademisi Uncen Prof. Julius Ary Mollet Soal Potensi SDA di Tanah Papua
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, disinyalir berdampak pada perputaran uang di daerah, termasuk di Papua. Oleh karena itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi perlu memaksimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam yang ada di setiap daerah di Tanah Papua.
Laporan: Jimianus Karlodi-Jayapura
Papua, provinsi di Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Mulai dari minyak bumi hingga emas ada semua di pulau yang dijuluki ‘Surga Kecil Jatuh ke Bumi’ ini.
Emas adalah salah satu SDA yang paling menonjol di Papua. Namun di balik banyak SDA itu, kehidupan masyarakat Papua masih jauh dari kata layak. Selain emas yang dibanggakan kepada dunia. Papua ternyata memiliki SDA yang tersembunyi namun tidak dimakimalkan.
Prof. Dr. Julius Ary Mollet, SE.,MBA.,MTDev.,Dip.LED.,Ph.D, Akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) mengatakan Papua secara keseluruhan kaya akan sumber daya alam dan mineral, namun sayangnya belum dapat dimaksimalkan dengan baik. Salah satu contoh adalah Pala.
“Papua memiliki potensi sumber daya alamnya yang bagus, cuman tidak dimanfaatkan secara semaksimal. Sehingga peluang ekonominya hilang,” kata Prof Mollet kepada Cenderawasih Pos, saat konfirmasi melalui telepon, Sabtu (29/11).
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…