Categories: FEATURES

Sebagai Daerah Ekonomi Baru, Banyak Peluang Lapangan Pekerjaan Baru

Bincang-bincang dengan Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) USTJ Tentang Pembangunan Masif di Distrik Muara Tami (bag. 1)

Beberapa tahun belakangan ini pembangunan di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, dilakukan secara masif, awalnya hanya Distrik Muara Tami hanya dikhususkan pertanian dan perikanan darat, kini bakal menjadi kawasan pemukiman, dan bisnis, lantas apa dampak jangka panjangnya ?

Laporan: Karolus Daot-Jayapura.

Pembangunan infrastruktur fisik menjadi salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk melakukan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia.

Khusus di Kota Jayapura, Provinsi Papua, 5 tahun belakangan ini pembangunan infrastruktur cukup gencar dilakukan. Adapun wilayah yang menjadi konsen pembangunan infrastruktur saat ini adalah daerah Koya, Distrik Muara Tami.

Pasca adanya jembatan penghubung yaitu jembatan Youtefa atau jembatan merah masyarakat, maupun pelaku usaha dibidang pengembangan perumahan di Kota Jayapura berlomba lomba membangun di daerah tersebut, baik untuk menjadi pusat bisnis, tapi juga membangun rumah tinggal.

Hal ini dilakukan karena kawasan ini berada pada posisi yang cukup strategis, tapi juga kawasannya yang hamparan datar, sehingga tak ayal menjadi primadona untuk kawasan bisnis ataupun perumahan rakyat.

Menurut Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Universitas Sains dan Teknologi, Jayapura (USTJ), Musfira, satu sisi pembangunan infrastruktur di Muara Tami, memberi dampak positif, namun sisi lain akan berdampak negatif.

Dampak positif kata dia, akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura, tapi juga mencegah terjadinya kepadatan penduduk di empat Distrik lainnya.

“Artinya dengan pembangunan di Muara Tami ini, Kota Jayapura tidak lagi menjadi pusat baik pengembangan bisnis, maupun perumahan rakyat, tapi tersebar hingga daerah pelosok,” ujarnya, Rabu (31/7).

Sehinga menurutnya pengembangan kawasan Muara Tami sudah sangat tepat, apalagi wilayah tersebut berada di daerah perbatasan negara antara RI-PNG, tentu dengan pembangunan ini akan semakin memberi ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka.

“Karena kalau kita lihat pusat bisnis di sana sudah banyak ini artinya akan membuka ruang pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, tapi juga hal lain yang bisa didorong untuk pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Telepas dari pada itu, dari pengamatan alumni S1 Prodi Teknik Planologi ITN Malang itu, ada dampak negatif dari pembangunan fisik di Muara Tami. Apa saja dampak negatifnya? baca edisi besok. (bersambung)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

1 day ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

1 day ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

1 day ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

1 day ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

1 day ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

1 day ago