Categories: FEATURES

Banjir Kali ini Bisa Menimbulkan Musibah Kelaparan Bagi Warga yang Terdampak

Melihat Dampak dan Penanganan Terhadap Korban Terdampak Bencana Banjir di Jayawijaya

Musibah Banjir yang terjadi di Wamena tahun 2025 nampaknya memiliki cerita sendiri, pasalnya dari musibah tahunan kali ini, dampaknya lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. lantas bagaimana penanganannya? Berikutlaporan

Denny Tonjauw- Wamena

Musibah Banjir di Wilayah Kabupaten Jayawijaya sebenarnya bukan hal yang baru lagi bagi pemerintah dan masyarakat sebab hampir setiap tahun musibah ini sudah sering terjadi, akan tetapi ada yang berbeda dari musibah banjir yang diderita oleh warga dari Kota Wamena sampai ke distrik -distrik yang ada di luar kota akibatnya sudah ribuan kepala keluarga yang menjadi korban dari bencana tersebut

Dalam penanganan bencana tersebut Pemkab Jayawijaya tidak sendiri namun juga mendapat bantuan dari pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, yang mana Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, MBA bersama Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH melakukan perjalanan dengan Helikopter mengeliligi kabupaten Jayawijaya untuk melihat secara langsung kondisi yang sebenarnya sebab akses jalan darat belum bisa dilalui lantaran masih tertutup air.

“Dari hasil pemantauan tersebut dan Pemkab Jayawijaya, sebanyak 22 distrik terdampak baniir dengan ketinggian air yang bervariasi. Sementara 5 distrik lainnya terdampak longsor yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan umum,”ungkap Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, MBA di Bandara Wamena

Tabo mengaku hasil pemantauan hari ini cukup memprihatinkan. Hampir semua distrik yang terpantau masih terendam banjir, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian segera dari pemerintah untuk membantu warga yang terdampak, dampak dari banjir ini warga akan mengalami kesulitan dan kelaparan.

“Hasil pantuan, rata-rata kebun warga yang berada di bantaran sungai rusak parah karena terjangan banjir membuat warga gagal panen dan akan mengalami kesulitan dan kelaparan sebab tak bisa mendapatkan hasil dari kebunnya yang diandalkan sebagai bahan makanan selama ini,” katanya

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tahun 2025, Curanmor Kasus Paling Menonjol di Mimika

Dalam pemaparannya, Kapolres menyampaikan bahwa jumlah kasus yang terjadi dan ditangani oleh Polres Mimika di…

12 hours ago

Pemprov Papua Selatan Bahas Persiapan Pindah Kantor Baru

Pembahasan ini diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Biro di lingkup…

13 hours ago

Puncak Arus Balik, 9 Januari 3000 Orang Akan Masuk Mimika

Rachmansyah menjelaskan bahwa sebelumnya saat puncak arus mudik di pelabuhan Poumako Timika terpantau berjalan aman…

14 hours ago

Anggota MRP Diminta Berpegang pada Aturan

Gubernur Apolo menegaskan, pertama bahwa dalam melaksanakan tugas harus senantiasa meminta petunjuk dari yang Maha…

16 hours ago

Pembayaran Denda Adat Berujung Saling Serang, Satu Orang Luka -luka

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.I,K menyatakan membenarkan adanya aksi saling serang…

17 hours ago

Pemadaman Listrik di Mimika Karena Faktor Cuaca Ekstrem

Ia mengungkapkan, cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang serta aktivitas petir yang…

18 hours ago