Categories: FEATURES

Butuh Penelitian yang Hasilnya Bisa Jadi Dasar Sertifikat Indikasi Geografis

Mencermati Potensi Sagu sebagai Pangan Lokal Papua yang Belum Dikelola Maksimal

Papua memiliki potensi pangan lokal berupa Sagu yang melimpah. Pengelolaan sagu saat ini masih dikelola secara parsial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan UMKM, belum dilakukan dalam sebuah grand design. Komoditas asli Papua ini juga belum masuk dalam prospek pergerakan komoditas unggulan untuk dipasarkan karena belum memiliki sertifikat indikasi geografis.

Laporan: Carolus Daot & Elfira_Jayapura

Pentingnya pangan lokal Papua, Sagu, untuk mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis ini secara gamblang dijelaskan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Papua, Anthonius M. Ayorbaba, yang hadir saat Festival Colo Sagu di Jembatan Youtefa, pekan kemarin.

Ia menyoroti pentingnya mendorong komoditas lokal Papua, khususnya sagu, untuk memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG), karena hingga saat ini, sagu yang merupakan salah satu pangan unggulan Papua belum memiliki sertifikat IG.

Indikasi Geografis adalah bentuk perlindungan hukum terhadap produk yang memiliki ciri khas dan kualitas yang terikat dengan wilayah geografis asalnya. Di Papua sendiri, baru dua komoditas lokal yang telah memiliki sertifikat IG, yaitu Kopi Baliem dan Beras Merauke.

Anthonius M. Ayorbaba, (foto:Karel/Cepos)

Menurut Ayorbaba, belum adanya sertifikat IG untuk sagu disebabkan karena belum dilakukannya penelitian komprehensif yang mengkaji keunggulan sagu dari berbagai daerah di Papua, termasuk Jayapura. Ia menyebutkan bahwa penelitian ini penting sebagai dasar pengajuan sertifikasi.

“Saat ini belum ada yang meneliti keunggulan sagu dari masing-masing daerah. Misalnya, apa keunikan sagu di Kota Jayapura dibandingkan daerah lain, ini belum ada datanya. Maka, kita tidak bisa mengetahui dan memetakan keunggulannya,” ujar Ayorbaba, saat menghadiri pembukaan Festival Colo Sagu di Jembatan Merah, pada Kamis (26/6).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

14 hours ago

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

18 hours ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

1 day ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

1 day ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

1 day ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

1 day ago