

Suasana di salah satu pusat jajanan di Pertigaan Jalan Kemiri Sentani, yang diseut masyarakat Taman Kemiri memberi angin segar bagi UKM di Kab. Jayapura, Selasa (23/5). (FOTO:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Tersedianya lahan bagi para penjual buah-buahan, makanan dan minuman serta aneka jajanan di Pertigaan Jln. Kemiri Sentani, memberikan angin segar bagi pelaku usaha. Berbagai jajanan dan kuliner bisa dijumpai, mulai dari buah-buahan segar, penjual makanan, penjual pinang, bensin eceran sampai pasar malam. Orang-orang menyebut tempat ini dengan nama Taman Kemiri.
Yakomina penjual pinang di Jln. Kemiri Kab. Jayapura mengakui setelah ada Taman Kemiri yang disediakan pemerintah untuk masyarakat dan bagi mereka pelaku usaha, sangat membantu mereka.
“Kami merasa cukup terbantu. Jika dulu kami antri di Pasar Pharaa mencari pembeli, sekarang kami disini lebih gampang karena penjual pinang tidak banyak, lebih sejuk dan pembeli juga lebih aktif, karena dari pagi pukul 10.00-16.00 masih ada orang yang beli. Bahkan saat ada pasar malam kami bisa jualan sampe malam, “ujarnya Cenderawasih Pos, Selasa (23/5) kemarin.
Di lokasi tersebut juga baru-baru ini dibuka pasar malam dengan berbagai macam wahana permainan, mulai dari lempar bola, lempar gelang, rumah hantu, komedi putar dan sebagainya.
Hal senada juga diungkapkan Ali, penjual pentolan juga merasakan hal yang sama, dimana dirinya tidak kesulitan untuk berjualan karena ada lokasi jualan tersebut.
“Saya biasanya harus keliling untuk cari pembeli, sekarang saya cukup parkir disini tunggu pembeli, karena yang datang disini kadang juga anak-anak sekolah yang pulang sekolah, ada orang tua dan anak, jadi tidak sulit untuk berjualan, ” jelasnya.
Diakuinya, sehari dirinya bisa menghabiskan semua jualannya, tetapi tergantung cuaca kalau hujan kadang tidak laku. “Sehari saya bisa mendapatkan penghasilan Rp 500 sampai Rp 800 ribu, dari modal Rp 250 ribu, ” tambahnya. (ana/ary)
Tim pelatih berupaya menjaga momentum positif usai meraih kemenangan 3-1 atas De Red FC pada…
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua, Daud Arim, menjelaskan bahwa penundaan ini dilakukan untuk memberikan…
Disisi lain, suhu udara dingin yang menusuk tulang dan keterbatasan akses jaringan komunikasi kerap menjadi…
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura mengelola dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp2 miliar pada 2026.…
Kepala BGN Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama menngakui jika untuk penyaluran MBG ke sekolah -sekolah…
Kepala BGN Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama menyatakan aktivasi ini diberikan kepada setiap SPPG yang…